Hari Ini Hubertus Leteng Ditahbiskan Jadi Uskup Ruteng

Kompas.com - 14/04/2010, 07:58 WIB
EditorAbi


RUTENG, KOMPAS.com -
Mgr Hubertus Leteng Pr (51), imam Diosesan Keuskupan Ruteng, Rabu (14/4/2010) hari ini ditahbiskan menjadi Uskup Ruteng oleh Mgr Gerelfus Kherubim Pareira SVD (Uskup Maumere) yang bertindak sebagai uskup penahbis utama.

Sedangkan uskup penahbis pertama dan kedua adalah Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr (Uskup Agung Ende) dan Mgr Hilarion Datus Lega Pr (Uskup Sorong). Upacara yang penuh kesakralan itu  digelar di Lapangan Motang Rua di jantung Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, di ujung barat Pulau Flores.

Ribuan umat Katolik dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di antaranya Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan sekitar 30 uskup di seluruh Indonesia, hadir dalam upacara pentahbisan tersebut.

Mgr Hubertus Leteng yang lahir di Taga, Ruteng 1 Januari 1959, ditunjuk Paus Benedictus XVI menjadi Uskup Ruteng menggantikan Mgr Eduardus Sangsun SVD yang wafat 13 Oktober 2008, setelah hampir dua dekade menjalankan karya kegembalaan di keuskupan tersebut sejak 1985. Gereja lokal Keuskupan Ruteng meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Pada tahun  2012 Keuskupan Ruteng akan memasuki usia seabad, terhitung sejak dilakukannya pembaptisan pertama terhadap beberapa orang Manggarai di Reo, pada 17 Mei 1912 oleh Pater Henrikus Looijmans SJ.

Gereja Katolik Manggarai melewati beberapa periode penting, yaitu periode awal karya misionaris SVD (Serikat Sabda Allah) antara 1914-1920, periode sebagai vikariat apostolik antara 1951-1961, masa episcopat (kegembalaan seorang uskup) dari Mgr Wilhelmus van Bekkum SVD antara 1961-1972, Mgr Vitalis Djebarus SVD (1973-1981) dan Mgr Eduardus Sangsun SVD (1985-2008).

Selama dua dekade terakhir, Keuskupan Ruteng berada dalam karya kegembalaan Mgr Eduardus Sangsun. Tahapan-tahapan sejarah ini merupakan bagian dari runtutan perkembangan, perubahan dan pertumbuhan Gerejani yang signifkan di wilayah Keuskupan Ruteng.

Romo Max Regus, seorang imam Diosesan Keuskupan Ruteng melukiskan Mgr Hubertus Leteng datang dari kompleksitas perubahan yang signifkan di wilayah Keuskupan Ruteng. "Dalam kompleksitas perubahan ini, serentak ia (Hubertus Leteng) diutus untuk menunjukkan perubahan ke arah kebenaran dan kebaikan," kata Romo Max yang yang juga alumnus pascasarjana Departemen Sosiologi Universitas Indonesia itu.

"Saya optimistis Mgr Hubertus Leteng dapat melakukannya, karena Uskup Ruteng ini juga adalah seorang imam Diosesan Keuskupan Ruteng yang pertama ditunjuk Paus Benedictus XVI menjadi Uskup Ruteng," katanya menambahkan.

Mgr Hubertus Leteng dengan moto keuskupannya "Kamu Semua Adalah Saudara", menjadi imam Katolik pada 29 Juli 1988 setelah menyelesaikan studi teologi di Sekolah Tinggi Filasafat Katolik (STFK) Ledalero Maumere antara 1986-1988.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.