49 TKW NTT Belum Jelas Keberadaannya

Kompas.com - 19/03/2010, 10:45 WIB
Editormbonk

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 49 calon tenaga kerja wanita atau TKW asal NTT hingga pagi ini belum diketahui keberadaannya setelah dibawa keluar dari rumah penampungan PT MMJA di kawasan Muara Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kemarin, dalam pendataan terakhir, jumlah TKW yang tidak diketahui keberadaannya mencapai 53 orang.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumba se-Jabodetabek Dairo Talu, yang akrab disapa Markus, kepada Kompas.com, Jumat (19/3/2010), menyampaikan,  sebanyak empat orang berhasil diketahui setelah pihaknya mendapatkan informasi dari para TKW. Dua orang disembunyikan di rumah warga dan dua lainnya diduga "disembunyikan" di rumah Direktur PT MMJA, perusahaan penyalur jasa tenaga kerja.

Dua orang yang belum diketahui identitasnya itu diduga berada di rumah sang direktur yang tak jauh dari lokasi penampungan TKW di Muara Tanjung Barat, Jakarta Selatan. "Kami masih mencoba membawa dua orang yang disembunyikan di rumah direkturnya. Tadi malam kami ke sana pintunya tidak dibuka," kata Markus, Jumat.

Markus mengaku tak tahu alasan dua TKW itu disembunyikan di rumah warga dan rumah direktur tersebut. "Belum tahu alasan disembunyikannya kenapa," katanya.

Kemarin, saat dikonfirmasi langsung, pihak perusahaan tak mampu menjelaskan di mana puluhan TKW itu berada. Bahkan, berkas para TKW itu pun tak bisa ditunjukkan kepada pihak penyidik polda yang turut terjun ke lokasi penampungan.

Sementara itu, tadi malam, sebanyak 193 TKW yang semuanya berasal dari NTT telah diangkut ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yang berada di bawah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Rencananya, mereka akan dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing dengan dikoordinasi oleh BNP2TKI.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan TKW yang direkrut PT MMJA meminta pertolongan untuk dikeluarkan dari penampungan dan dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing setelah tak mendapatkan kejelasan kapan akan diberangkatkan ke Malaysia, seperti yang dijanjikan.

Para wanita yang akan dipekerjakan di sektor informal itu sebelumnya dijanjikan akan diberangkatkan setelah dua minggu mengikuti pelatihan. Namun, setelah berbulan-bulan "dikarantina", mereka juga tak kunjung mendapatkan kepastian. Perusahaan berdalih, pihaknya masih menunggu dicabutnya kebijakan pemerintah Malaysia yang menutup pintu masuk bagi pekerja Indonesia di sektor informal.

________________________
Ikuti topik: Nasib TKW Sumba 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.