Gara-gara Beli Bensin, Sindikat Pengedar Uang Palsu Terbongkar

Kompas.com - 04/03/2010, 12:12 WIB
Editormbonk

DENPASAR, KOMPAS.com — Gara-gara membeli bensin menggunakan uang palsu, Eko Adi Putra (19), buruh bangunan di Denpasar, Bali, diamankan aparat Polsek Denpasar Barat. Petugas SPBU melaporkan Eko ke polisi setelah mendapati uang yang digunakan Eko untuk membayar bensin ternyata uang palsu.  

”Setelah mendapat laporan dari pihak SPBU, kami langsung mengamankan tersangka di tempat kosnya dan kami temukan 15 lembar uang palsu pecahan seratus ribuan,” ujar Kapolsek Denpasar Barat Ajun Komisaris Agus Nugroho.

Setelah melakukan pengembangan, aparat Polsek Denbar berhasil membongkar sindikat peredaran uang palsu yang melibatkan empat rekan buruh bangunan Eko Adi Putra. Empat tersangka lainnya, I Nyoman Sudiarta (31), Ramlan (39), Supriyono (27), dan Suswanto alias Timbul (31), juga turut dibekuk setelah polisi menemukan barang bukti uang palsu pecahan 100 ribuan senilai Rp 11,2 juta.

”Mereka mendapat uang palsu dari Timbul. Dari pengakuan Timbul, dia membeli dari seseorang bernama Bambang di Bekasi,” ungkap Agus Nugroho. Timbul membeli uang palsu dengan nilai 1 banding 4. Timbul membayar Rp 5 juta untuk mendapatkan uang palsu senilai Rp 20 juta.

Aparat Polsek Denbar sempat menghadiahi timah panas kepada Timbul karena tersangka mencoba kabur saat akan ditangkap di kosnya di Tanjung Benoa, Badung. Keempat tersangka dijerat Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan uang kertas dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.