Menghina Guru di Facebook, 4 Siswa Dikeluarkan

Kompas.com - 12/02/2010, 17:28 WIB
Editorwah

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Akibat menghina seorang guru dengan kata-kata kotor di jejaring sosial Facebook, sebanyak empat orang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikeluarkan dari sekolah.

"Kami sudah mengembalikan kepada orang tuanya empat orang siswa yang melakukan penghinaan dengan kata-kata kotor di jejaring sosial Facebook," kata Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang, Yose Rizal, di Tanjungpinang, Jumat (12/2/2010).

Dia mengatakan, keempat orang siswa kelas dua yang dikembalikan kepada orang tua tersebut tersebut berinisial MA, AN, AR dan YK. Yose mengatakan, keempat siswa tersebut mengungkapkan kekesalannya dan menghina guru keterampilan bernama Yunita dengan kata-kata yang tidak pantas, di jejaring sosial Facebook dua pekan yang lalu.

"Mereka melakukan itu dua pekan yang lalu dan kami kembalikan kepada orang tuanya setelah dilakukan rapat majelis guru dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang satu pekan sesudahnya," kata Yose yang enggan menyebut tanggal kejadian dan tanggal keempat siswa tersebut dikeluarkan.

Yose menyebutkan, kata-kata yang ditulis salah seorang siswa tersebut di jejaring sosial Facebook sudah menyebut sesuatu yang sensistif bagi seorang perempuan. "Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu," ujarnya.

Keputusan pihak sekolah mengembalikan keempat siswa tersebut kepada orang tuanya, menurut Yose sudah tepat dan sesuai dengan tata tertib sekolah yang sudah disepakati. Sementara, guru keterampilan yang dihina siswanya tersebut, Yunita mengatakan tindakan yang dilakukan siswanya tersebut diperkirakan akibat merasa kesal dengan tugas yang diberikan.

"Saat itu sudah pertemuan yang ke lima, pada empat pertemuan sebelumnya mereka tidak membuat tugas yang diberikan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, keempat siswa tersebut sudah dipanggilnya dengan baik-baik setelah mengetahui kata-kata yang ditulis di Facebook dari guru-guru yang lain. "Saya sudah menanyakan baik-baik, namun mereka tidak ada berkomentar," katanya.

Salah seorang teman sekelas keempat siswa tersebut, Aldo, mengatakan sangat kecewa dengan tindakan pihak sekolah yang langsung mengeluarkan teman-temannya dari sekolah. "Kami kecewa dengan tindakan sekolah. Kami tahu cara teman-teman kami salah dan mereka mengakui, namun tidak sepantasnya mereka langsung dikeluarkan dari sekolah," ujarnya, yang disetujui teman-temannya yang lain.

Seharusnya, kata dia, pihak sekolah terlebih dahulu memberikan surat peringatan atau skorsing kepada siswa yang melanggar aturan tersebut. "Guru tersebut juga harus introspeksi diri mengapa kami siswa bisa bicara seperti itu," katanya.

Dia bersama teman-temannya yang lain berharap keempat siswa tersebut dikembalikan ke bangku sekolah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.