Dekan Unmul Jadi Tahanan Kota

Kompas.com - 08/02/2010, 17:31 WIB
Editormade

TENGGARONG, KOMPAS.com - Tersangka kasus penambangan ilegal Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda Gusti Hafiziansyah tidak lagi ditahan di Kantor Kepolisian Resor Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kalimantan Timur, tetapi sebagai tahanan kota sejak Sabtu (6/2/2010).

Demikian penjelasan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Kartanegara Ajun Komisaris Arif Budiman kepada pers di Tenggarong, Senin (8/2/2010). Status tahanan kota diberikan atas pertimbangan bahwa Gusti masih harus berobat secara rutin ke dokter mata di Samarinda.

Arif memaparkan, Gusti menderita gangguan syaraf sehingga salah satu matanya buta. Kondisi itu diperkuat rekam medis dari Jakarta Eye Centre dan Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat Samarinda yang diserahkan keluarga kepada polisi.

"Dari kondisi itu kami mengabulkan permintaan keluarga untuk penangguhan penahanan sehingga tersangka menjadi tahanan kota," kata Arif.

Namun, demi mencegah tersangka tidak lari, Gusti wajib lapor ke Kantor Polres Kutai Kartanegara setiap Senin dan Kamis dan tidak bisa diwakilkan. Apabila harus berobat ke dokter mata di luar Samarinda, Gusti harus mendapat izin dari Polres Kutai Kartanegara.

Arif memaparkan, Gusti menjadi tersangka kasus penambangan batu bara ilegal dalam proyek pembangunan Laboratorium Rumah Kaca di Desa Telukdalam, Kecamatan Tenggarong Sebera ng, Kabupaten Kutai Kartanegara, sejak Senin (1/2/2010).

Gusti menjadi tersangka karena mengizinkan salah satu kontraktor yakni CV Rastino memanfaatkan batu bara hasil sampingan proyek penyiapan lahan. Padahal, Gusti maupun CV Rastino tidak memiliki izin usaha pertambangan pada lokasi pembangunan itu sehingga keduanya diyakini terlibat perdagangan batu bara secara ilegal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait dengan itu, Direktur CV Rastino, Suhardi, juga ditetapkan tersangka dan masih mendekam di ruang tahanan Kantor Polres Kutai Kartanegara hingga kini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.