Batu Galena Kerap Dicuri

Kompas.com - 27/01/2010, 21:25 WIB
Editorprimus

MUSI RAWAS, KOMPAS.com - Pencurian timah hitam atau batu galena di Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, marak. Tindak pidana itu diduga didalangi para cukong.  "Sudah ada beberapa warga yang ditangkap polisi, karena mencuri batu galena di Kecamatan Rawas Ulu, namun pencurian ini diduga melibatkan cukong atau pemodal dan pengusaha belum tersentuh," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musi Rawas Zainal Ariffin, Rabu (27/1/2010).
   
Ia mengingatkan warga masyarakat di sekitar lokasi tambang tersebut tidak lagi mencuri kekayaan alam tersebut, karena itu hanya bisa  diambil dengan menggunakan izin resmi yang dikeluarkan pemerintah.  Selain itu pengambilan bahan tambang ini juga harus menggunakan izin analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), sehingga proses pengambilannya tidak merusak lingkungan.
   
Kabupaten Musi Rawas selain memiliki sumberdaya alam tambang batu bara dan emas juga timah hitam dan bijih besi yang banyak diminati investor.
   
Potensi bahan tambang tersebut banyak dijumpai di Kecamatan Ulu Rawas, Rawas Ulu dan Kecamatan Rawas Ilir. Saat ini mulai dilakukan  penelitian dan tahapan eksploitasi.
   
Tambang bijih besi di daerah ini memiliki potensi cadangan terukur 800.000 ton dan cadangan terindikasi 1,6 ton, sedangkan timah hitam  sekitar 25 juta ton.
   
Beberapa perusahaan saat ini mulai eksploitasi yakni PT Mandiri Agung Jaya Utama yang mendapat izin areal tambang seluas 1.343 hektare dengan cadangan biji besi sebanyak 800.000 ton dan PT Putra Djahasa dengan luas  2.310,69 hektare.
   
Sedangkan potensi timah hitam di Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu saat ini sedang dikelola  PT Galtam Sumatera Minerals dengan luas areal mencapai 1.944 hektare dengan potensi cadangan tambang 25,6 juta ton.
   
Di Kecamatan Rawas Ilir potensi timah hitam terdapat di lahan seluas 106 hektare dengan cadangan sebesar  25.600.000 MT.
   
Pertambangan galena sudah dikelola PT Panca Metha dengan izin lokasi seluas 5.100 hektare di Kecamatan Rawas Ulu.
   
Perusahaan lainnya yang berinvestasi serupa PT Bintang Delapan Minerals dengan izin areal seluas 5.136 hektare dan PT Dua Inti Tata Nusantara dengan luas 4.553 hektare.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X