Belum Ditemukan, Ibu dan Anak Terkubur Tanah Longsor

Kompas.com - 21/01/2010, 09:43 WIB

WONOSOBO, KOMPAS.com - Dua dari tiga korban yang masih tertimbun tanah longsor di Dusun Wonoaji, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, adalah ibu dan anak. Mereka adalah seorang ibu bernama Wagisah (43) dan anaknya Samsu Romadon (27). Selain itu ada satu korban lain bernama  Mustadi (17).

Proses pencarian yang kemarin dihentikan karena hari yang mulai gelap, sudah dilanjukan sejak pukul 6.30 pagi ini, Kamis (21/1/2010). Namun hingga berita ini diturunkan, ketiganya belum berhasil ditemukan.

Tim evakuasi yang terdiri dari kepolisian, TNI, SAR Kabupaten Wonosobo, linmas, dan masyarakat setempat mengalami kesulitan kesulitan karena tebalnya lapisan tanah, dan banyaknya timbunan pohon bambu yang menghalangi. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menyemprotkan air ke tumpukan tanah. Sebab, salah satu

Sebelumnya, pencarian korban pada Rabu petang terpaksa dihentikan karena kondisinya gelap. Dua korban yang telah ditemukan tewas dalam pencarian hari pertama itu adalah Zainudin alias Warno (54) dan Tusamin (44). Sebelumnya, satu di antara tiga korban yang dibawa ke Rumah Sakit Umum Setjonegoro Wonosobo, yakni Muhroni (65), meninggal dunia. Dua korban lainnya, yakni Saodah (35) yang patah tulang paha dan Siti Fatiyatun (3) yang luka di bagian kepala, hingga kini masih dirawat secara intensif di rumah sakit setempat.

Tanah longsor pada Rabu itu menimpa sembilan rumah yang antara lain milik Samin, Ashari, Muktasim, Zaenudin alias Warno, dan Sahmudi dalam kondisi rusak relatif berat, sedangkan rumah milik Musrifin, Tusiro, dan Ndrii rusak ringan.

Dusun itu berada di bawah sebuah bukit yang ditanami kentang. Ia mengatakan, akibat bencana tanah longsor tersebut, 92 di antara 283 kepala keluarga yang bertempat tinggal di dusun tersebut dievakuasi ke tempat yang lebih aman, di Balai Desa Tieng.

Sementara itu jalur jalan Wonosobo-Dieng hingga saat ini masih tertutup untuk kendaraan roda empat. Di lokasi kejadian hanya ada tim evakuasi, wartawan dan para warga yang membantu proses pemindahan tanah dan puing. Sementara warga lainnya hanya dapat menyaksikan dari lokasi lain yang berjarak sekitar 50 meter.


EditorGlo

Close Ads X