Penembakan Kelly Kwalik Sesuai Prosedur Hukum - Kompas.com

Penembakan Kelly Kwalik Sesuai Prosedur Hukum

Kompas.com - 17/12/2009, 20:33 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Kapolda Papua, Brigjen Pol Drs Bekti Suprapto menegaskan, tindakan penyergapan dan penembakan terhadap Kelly Kwalik, Rabu di Gorong-gorong Timika, sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Polisi tidak menghendaki yang bersangkutan meninggal. Polisi mau tangkap sesuai prosedur dengan memberikan peringatan agar dia menyerah, namun yang bersangkutan justru melawan dengan menembak ke arah polisi," kata Kapolda Papua di Timika, Kamis (17/12).

Menurut Bekti, dengan kondisi seperti itu polisi akhirnya melumpuhkan Kelly Kwalik dengan alasan untuk membela diri.

Polisi menemukan sepucuk senjata api dan enam butir peluru dari tangan korban sesaat setelah lokasi persembunyiannya di RT 2 RW 1 Jalan Freeport Lama Gorong-gorong Timika digrebek Tim Gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Papua, Tim Gegana dan Brimob Detazemen B Polda Papua, Rabu sekitar pukul 03.00 WIT.

Kapolda Papua menegaskan, jika jenazah yang dikirim ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura bukan merupakan Kelly Kwalik, maka tindakan yang dilakukan aparat tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum.

"Kalau bukan dia (Kelly Kwalik) tidak apa-apa. Toh yang bersangkutan menembak polisi saat diminta untuk menyerah. Jadi, secara hukum apa yang dilakukan aparat kami adalah sah," katanya.

Mantan Kapolda Sulut ini meyakini jenazah tersebut, Kelly Kwalik, karena aparat sudah lama menelusuri jejak yang bersangkutan sebelum terjadi penggrebekan.

"Polisi sangat yakin. Bahkan sebelum kejadian ada foto terbaru yang bersangkutan yang kami kantongi," kata Bekti.

Kelly Kwalik yang disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Wilayah Timika itu sudah lama dicari aparat kepolisian dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Polisi mempunyai catatan banyak tentang dia. Masuk DPO, pernah terlibat kasus penculikan peneliti asing selama 130 hari di Mapenduma 1996. Dia juga terlibat kasus penembakan di Mile 62-63 Tembagapura tahun 2002 dan lain-lain," jelas Kapolda Papua.

Sementara itu, lima warga yang ditangkap di tempat persembunyian Kelly Kwalik saat penggrebekan oleh aparat kepolisian saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di Markas Komando Brimob Detazemen B Polda Papua di Timika.

"Kalau terbukti bersalah mereka akan diproses lebih lanjut, tapi kalau tidak terbukti maka mereka akan dikembalikan ke keluarganya," kata Kapolda Papua.


Editorbnj

Terkini Lainnya

Trump Tak Bakal Usir Ulama yang Dituduh Dalangi Kudeta Turki

Trump Tak Bakal Usir Ulama yang Dituduh Dalangi Kudeta Turki

Internasional
Sejumlah Pejabat Ikut Lari 10K di Bank Jateng Borobudur Marathon 2018

Sejumlah Pejabat Ikut Lari 10K di Bank Jateng Borobudur Marathon 2018

Regional
Diduga karena Bakar Sampah, 30 rumah dan 40 Jongko Terbakar

Diduga karena Bakar Sampah, 30 rumah dan 40 Jongko Terbakar

Regional
Hamdan Sayuti Jadi Pelari Nasional Tercepat di Borobudur Marathon 2018

Hamdan Sayuti Jadi Pelari Nasional Tercepat di Borobudur Marathon 2018

Regional
Prabowo Disarankan Kumpulkan Ketum Parpol Pendukung untuk Renegosiasi

Prabowo Disarankan Kumpulkan Ketum Parpol Pendukung untuk Renegosiasi

Nasional
Linggis yang Dipakai Haris Simamora untuk Membunuh Belum Ditemukan

Linggis yang Dipakai Haris Simamora untuk Membunuh Belum Ditemukan

Megapolitan
Jadi Tipe A, Polda DIY dan Banten Dipimpin Irjen

Jadi Tipe A, Polda DIY dan Banten Dipimpin Irjen

Nasional
Pelari Kenya Ini Finis Pertama di Kategori Marathon Borobudur Marathon 2018

Pelari Kenya Ini Finis Pertama di Kategori Marathon Borobudur Marathon 2018

Regional
Ujian Hidup-Mati Siswa Korea Selatan dan Tuntutan Prestasi Tinggi

Ujian Hidup-Mati Siswa Korea Selatan dan Tuntutan Prestasi Tinggi

Edukasi
Ada Marathon, Kamar 'Homestay' Balkondes di 20 Desa Kecamatan Borobudur Habis

Ada Marathon, Kamar "Homestay" Balkondes di 20 Desa Kecamatan Borobudur Habis

Regional
Tim Jokowi Nilai Lucu Rencana Kubu Prabowo Buat Uang Braille

Tim Jokowi Nilai Lucu Rencana Kubu Prabowo Buat Uang Braille

Nasional
Pagi ini, Kabupaten Sumba Timur Diguncang Gempa 4 Kali

Pagi ini, Kabupaten Sumba Timur Diguncang Gempa 4 Kali

Regional
Semangat Persatuan Disuarakan Jelang Pemilu 2019

Semangat Persatuan Disuarakan Jelang Pemilu 2019

Megapolitan
Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (2), Kajati Mataram: Nuril  Tidak Dilecehkan Fisik hanya Verbal

Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (2), Kajati Mataram: Nuril Tidak Dilecehkan Fisik hanya Verbal

Regional
Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Regional

Close Ads X