Pengadaan Tanah Arteri Kuala Namu Lambat

Kompas.com - 11/11/2009, 03:27 WIB
Editor

Medan, Kompas - Pembebasan tanah untuk pembangunan jalan arteri nontol menuju Bandara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang berjalan lambat.

Hingga akhir Agustus, dari total kebutuhan pengadaan tanah seluas 399.550 meter persegi, yang sudah dibebaskan baru 13.593,49 meter persegi. Bahkan, tanah milik PTPN II seluas 194.676 meter persegi untuk pengadaan jalan arteri tersebut sama sekali belum dibebaskan.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Riadil Akhir Lubis, sebenarnya Pemerintah Provinsi Sumut telah mengalokasikan dana sebesar Rp 40 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2009 untuk proses pengadaan tanah ini. Namun, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Deli Serdang yang berwenang membebaskan keseluruhan lahan untuk jalan arteri tersebut belum menyelesaikan tugasnya.

”Sebenarnya, Pemprov Sumut kan hanya menyediakan dana, proses pengadaannya dilakukan oleh P2T Kabupaten Deli Serdang karena merekalah yang berwenang. Kalau dari diskusi yang saya lakukan dengan Kepala Bappeda Deli Serdang, proses pengadaan tanah ini akan selesai akhir tahun 2009,” ujar Riadil di Medan, Selasa (10/11).

Riadil optimistis, P2T Kabupaten Deli Serdang mampu menyelesaikan proses pengadaan tanah untuk jalan arteri ruas Simpang Kayu Besar-Bandara Kuala Namu akhir tahun ini.

”Dari laporan mereka, tanah di beberapa desa sudah dibebaskan. Proses negosiasi dengan pemilik tanah juga sudah selesai dilakukan, termasuk sosialisasi soal pembebasannya,” ujar Riadil.

Terkait tanah milik PTPN II, Riadil juga mengatakan, prosesnya masih terus berlangsung. Dia yakin pembebasan tanah milik PTPN II lebih mudah, mengingat sudah ada nota kesepahaman antara Pemprov Sumut dan PTPN II. Dalam nota kesepahaman tersebut, salah satunya mengatur, kesediaan PTPN II menyediakan lahan untuk jalan arteri tol dan nontol menuju Bandara Kuala Namu, termasuk lahan yang digunakan untuk membangun rel kereta api bandara.

”Saat ini PTPN II masih dalam tahap pembicaraan terkait mekanisme pembebasannya dengan pemilik saham, yakni pemerintah. Dalam hal ini diwakili Kementerian Negara BUMN. Kami masih menunggu penyelesaiannya, ini juga menyangkut berapa besar dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan milik PTPN II tersebut,” katanya.

Menurut Riadil, jika seluruh pengadaan tanah bisa terselesaikan akhir tahun ini, tahun 2010 konstruksi untuk pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kuala Namu bisa dilakukan. Saat ini ruas Simpang Kayu Besar menuju Bandara Kuala Namu yang sudah diselesaikan kurang dari 5 kilometer, sementara ruas tersebut panjangnya 14,5 kilometer. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.