300 Orang Terkubur di Lembah Gunung Tigo

Kompas.com - 03/10/2009, 20:31 WIB
Editor

PADANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 300 orang terkubur longsoran tanah di dua desa yang berada di lembah Gunung Tigo, Kabupaten Padang Pariaman. Evakuasi terhadap korban yang tertimbun tanah longsor akibat gempa bumi berjalan lambat karena hanya satu alat berat yang tersedia.

Jumlah korban terkubur tercatat paling banyak di Korong atau Dusun Lubuk Laweh, Nagari Tandikat, Kecamatan Patamuan. Data Satkorlak Kabupaten Padang Pariaman menyebut, mereka yang tertimbun di Lubuk Laweh sebanyak 130 orang dan baru ditemukan 17 orang. Sedangkan di Korong Cumanak terdapat sedikitnya 69 orang yang tertimbun dan baru ditemukan tujuh orang, sementara di Korong Pulau Air, warga yang terkubur sedikitnya 43 orang, yang ditemukan empat orang . Cumanak dan Pulau Air berada di Kanagarian Tandikat. Ketiga Korong ini tepat berada di bawah kaki bukit yang oleh penduduk setempat disebut Gunung Tigo.

Lokasi tanah longsor lainnya terjadi di sisi Gunung Tigo lainnya, yakni di Korong Padang Alai, Gunung dan Kayu Angek. Ketiganya berada di Kanagarian Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Jumlah warga yang terkubur akibat longsoran tanah di ketiga korong ini mencapai 54 orang dan baru ditemukan 18 orang.

Catatan jumlah warga yang terkubur tanah longsor di lembah Gunung Tigo ini belum termasuk total jumlah warga yang meninggal dunia di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Hingga Sabtu pukul 09.00, jumlah warga yang meninggal di Padang Pariaman akibat ge mpa sebanyak 237 orang.

Proses evakuasi menggunakan alat berat baru bisa dilakukan hari Sabtu pagi, atau tiga hari sejak gempa bumi terjadi. Satu-satunya alat berat yang berada di dekat lokasi yakni eskavator milik Batalyon Zeni Tempur 2/PS Payakumbuh. Hingga Sabtu sore, eskavator tersebut belum dapat memasuki wilayah Korong Pulau Air, yang berada paling depan di antara ketiga korong yang tertimpa tanah longsor.

"Kami butuh sedikitnya lima eskavator jika ingin mengevakuasi korban yang tertimpa longsoran ta nah. Kalau hanya satu eskavator, untuk membuat jalan ke lokasi bencana saja butuh waktu dua hari," ujar operator eskavator, Prajurit Satu S Poernomo.

Warga yang selamat dari ketiga korong merasa geram dengan lambatnya tindakan pemerintah melakukan evakuasi. Sudah tiga hari, baru satu eskavator yang masuk ke sini. Sementara di Padang semua alat berat digunakan, ujar Novaldi yang kehilangan ibu, dua adik perempuan dan dua keponakannya.

Lokasi tanah longsor di Kanagarian Tandikat, Sab tu sore ramai dikunjungi orang, baik mereka yang mencari kerabatnya, maupun yang hanya penasaran melihat kedahsyatan tanah longsor di kaki Gunung Tigo. Setia p hari saya datang ke sini, untuk memastikan jenazah istri dan tiga anak saya ditemukan, ujar Azuardi, warga Korong Lubuk Laweh.

Bencana tanah longsor akibat gempa di Gunung Tigo memang baru mendapat perhatian serius pada hari kedua setelah bencana. Pada hari pertama pascagempa, hanya 10 orang tim SAR dari Pekanbaru yang masuk ke lokasi. Mereka tak membawa satu pun alat berat.

Pencarian terpaksa dilakukan secara manual. Dan kalau seperti ini terus, tak mungkin kami bisa mengevakuasi mereka yang tertimbun tanah, ujar Ketua PMI Padang Panjang Barat Topan, yang ikut mengordinir proses evakuasi.

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X