Gajah Mengamuk, Dua Warga Tewas

Kompas.com - 27/09/2009, 16:20 WIB
Editor

JAMBI, KOMPAS.com - Konflik antara gajah sumatera dan penduduk kembali terjadi. Puluhan gajah yang mengamuk di perbatasan Kabupaten Tebo, Jambi dan Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (26/9). Kejadian ini mengakibatkan dua orang tewas, serta kerusakan pada kebun sawit dan pondokan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, konflik antara gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) dan warga setempat meningkat dalam dua pekan terakhir. Rombongan gajah di wilayah Riau dan Jambi bertemu di kawasan perlintasan mereka yang kini telah berubah menjadi perkebunan sawit.

Jumlah gajah diperkirakan 60 hingga 80 ekor. Warga berusaha mengusir gajah dengan kentongan dan senjata tajam. Namun, upaya tersebut diduga justru membuat gajah mengamuk hingga mengakibatkan dua warga tewas.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi Didy Wurjanto membenarkan konflik tersebut. Menurut Dia, kawasan yang kini telah menjadi perkebunan sawit, merupakan jalur perlintasan gajah. Pembukaan kebun sawit membuat ruang gerak gajah kian sempit, dan meningkatkan konflik dengan manusia.

"Rombongan gajah setiap tahun melintasi jalur tersebut untuk mencari makan, karena persediaan makan mereka di dalam hutan menipis pada kemarau ini," ujarnya.  

Sementara itu, di Desa Sekutur Jaya, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Jambi , konflik antara gajah dan penduduk juga meningkat dalam sebulan terakhir. Desa yang berbatasan dengan area hutan produksi eks-PT Industries et forest asiatiques (IFA) yang merupakan wilayah penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) ini, juga telah berubah menjadi perkebunan sawit sejak 1997. "Kami kewalahan. Rombongan gajah kembali datang kemari, dan merusak tanaman sawit penduduk," ujar Syukur, kepala desa setempat.

Konflik gajah dan manusia berlangsung hampir merata pada kantong-kantong perlintasan gajah di wilayah Sumatera. Konflik gajah dan manusia tidak hanya mengakibatkan korban di pihak warga. Dalam catatan Kompas, empat gajah sumatera dibantai sekelompok orang di Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Tebo, pertengahan 2008. Gajah diracun kemudian dibakar untuk menghilangkan jejak. Satu bayi gajah juga ditemukan tewas akibat keracunan pupuk di lokasi yang sama.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.