Pabrik Garam dan Kota Tua, Pesona Historis Pulau Madura

Kompas.com - 10/09/2009, 08:38 WIB
Editor

SUMENEP, KOMPAS.com - Pascadibangunnya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura pihak-pihak berwenang di Madura mulai berbenah diri dalam berbagai segi.  Sebabnya, banyak orang kini mulai melirik Madura seiring dengan terbukanya akses ke sana. Di bidang pariwisata, misalnya, sejumlah bangunan bersejarah coba dibenahi karena potensial menjadi daya tarik wisatawan.

Sejak zaman Belanda Pulau Madura dikenal sebagai wilayah penghasil garam. Pemerintah Belanda membangun pabrik garam di sana. Setelah Indonesia merdeka pabrik itu dinasionalisasi menjadi PT Garam. Bangunan-bangunan besar berarsitektur khas Belanda hingga kini masih berdiri dan dapat dikelola menjadi kawasan wisata kota tua. Hanya sayang, tidak terawat.

"Di Kalianget banyak terdapat bangunan tua peninggalan Belanda dan itu termasuk cagar budaya. Sebagian bangunan tua itu adalah aset PT Garam. Untuk mewujudkan program wisata kota tua, kami butuh dukungan dari pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep Mohammad Nasir,  di Sumenep, Rabu (10/9).

Dukungan itu berupa anggaran untuk memperbaiki sejumlah bangunan tua yang rusak, karena kurang dirawat dan tidak difungsikan lagi sejak beberapa tahun lalu. Ia menjelaskan, wisata kota tua adalah perjalanan mengelilingi sejumlah bangunan tua milik PT Garam yang semuanya berarsitektur khas Belanda hingga ke Pelabuhan Kalianget.

"Ketika menjajah Indonesia, Belanda mendirikan perusahaan di Kalianget untuk memproduksi garam, yang sekarang ini telah dinasionalisasi dan menjadi PT Garam," katanya menambahkan.

Untuk kepentingan itu, perusahaan Belanda tersebut membangun sejumlah fasilitas, di antaranya gedung pembangkit tenaga listrik atau sentral, gedung pendingin, gedung produksi garam, cerobong asap, dan perumahan bagi karyawannya, semuanya berarsitektur khas Belanda.

"Hingga sekarang fasilitas berupa bangunan yang dibuat pada tahun 1914 itu masih berdiri. Namun, sejumlah bangunan seperti gedung sentral, kondisinya kurang terawat," katanya menambahkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasir juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Garam untuk memanfaatkan sejumlah bangunan yang dimilikinya, guna dijadikan lokasi wisata kota. "Alhamdulillah, PT Garam memberikan respon positif, dan mempersilakan kami menjadikan bangunan tua tersebut menjadi lokasi wisata yang layak jual," katanya menuturkan.

Dikaji

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) mengkaji usulan program wisata kota tua di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kasubdit Dokumentasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Depbudpar Sri Suharni di Sumenep, Rabu, mengatakan, proposal program wisata kota tua di Kalianget sudah dikirim Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep ke Depbudpar.

"Saat ini, wisata kota tua yang digagas Disbudparpora sedang dikaji oleh tim di Depbudpar," katanya, ketika melihat dari dekat sejumlah bangunan tua yang dikonsep sebagai obyek wisata kota tua di Kalianget.

Ia menjelaskan, sebuah kawasan harus memenuhi sejumlah kriteria, sebelum ditetapkan sebagai wisata kota tua. "Tim terdiri atas sejumlah pakar dari berbagai bidang, untuk mempelajari secara rinci tentang obyek yang diusulkan. Secara teknis, tim yang akan melakukan kajian," katanya menambahkan.

Selain wisata kota tua, kata Sri, pihaknya menilai Kalianget juga layak untuk dijadikan "wisata garam", yakni kunjungan untuk melihat dari dekat proses pembuatan garam di Desa Karanganyar dan Pinggirpapas. "Namun, untuk menjadikan obyek tertentu menjadi sebuah kawasan wisata, butuh waktu. Tidak mudah untuk mewujudkan kawasan wisata," katanya menegaskan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X