Korban Tewas Akibat Gempa Terus Bertambah

Kompas.com - 02/09/2009, 18:03 WIB
Editor

BANDUNG, KOMPAS.com- Selain merusakkan daerah episentrum di Tasikmalaya, gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter juga menyebabkan kerusakan di wilayah Bandung Selatan. Empat orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk sewaktu gempa menggoyang.

Dengan demikian, sampai dengan pukul 18.00 tadi sudah tercatat 14 orang tewas akibat gempa yang berpusat di perairan sebelah barat daya Tasikmalaya. Tidak tertutup kemungkinan korban tewas akan terus bertambah, mengingat laporan dari daerah masih terus berdatangan.

Ketika berita ini diturunkan, misalnya, dari Ciamis diperoleh informasi tiga orang tewas, tetapi belum diperoleh konfirmasi.

Itu diungkapkan Camat Pangalengan Haris Taufik saat dihubungi lewat telepon, Rabu (2/9). Menurutnya 2 orang meninggal di Desa Pangalengan dan 2 orang lagi di Desa Sukamanah dan 10 orang diperiksa di Puskesmas Pangalengan karena luka berat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

"Belum didapatkan data pasti kerusakan akibat gempa karena saya masih menanti laporan dari masing-masing desa melalui telepon genggam. Sementara itu, jaringan telepon sempat terganggu beberapa saat setelah gempa berlangsung," ujar Haris.

Haris tidak menampik kalau disebut bahwa rumah yang rusak bisa mencapai 100 unit dari seluruh wilayah Pangalengan.

Dari Kertasari, dilaporkan 500 lebih rumah milik warga rusak berat akibat gempa. Umumnya, rumah permanen tersebut rusak ringan hingga rata dengan tanah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dede Juhari, Warga Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, menuturkan, dia masih mencari informasi dari rekan di Kertasari untuk mendapatkan data kerusakan yang lebih valid. "Yang baru bisa dipastikan, dua orang mengalami patah kaki sewaktu terjadi gempa," terang Dede.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi menjelaskan, pos kesehatan darurat sudah didirikan di Puskesmas Pangalengan dengan tujuan untuk menangani dampak gempa. 10 menit sejak dibuka pada pukul 17.00, sudah 10 orang memeriksakan luka mereka.

Mengantisipasi dampak gempa lebih lanjut, Dinkes Kabupaten Bandung mengirimkan suplai obat-obatan, ambulans, serta tenaga medis ke beberapa titik yang dilaporkan terjadi kerusakan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X