Wah... Lewat UGM Harus Bayar Parkir

Kompas.com - 19/08/2009, 21:59 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Gadjah Mada akan memberlakukan komersialisasi lahan parkir di wilayah kampus berjuluk kampus kerakyatan itu. Mulai pertengahan September, setiap mobil yang melewati portal kampus itu akan dipungut tarif parkir.

Peraturan ini terutama berlaku untuk civitas akademika UGM, mulai dari mahasiswa, dosen, dan karyawan. "Pengelolaan akan diserahkan kepada pihak swasta dengan alasan agar kebijakan pemungutan tarif parkir bisa diterapkan secara profesional. Besarnya tarif masih dalam pembahasan," kata Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol UGM Suryo Baskoro, Rabu (19/8).

Untuk sementara, kata Suryo, tarif parkir hanya akan berlaku bagi pengguna mobil di kampus bagian timur saja. Lokasi pemungutan akan berada tepat di ujung bulevar UGM. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan, aturan yang sama juga akan diberlakukan bagi pengguna sepeda motor di semua kawasan kampus UGM.

Suryo mengatakan, peraturan tersebut merupakan bagian dari peraturan satu pintu masuk kampus UGM yang diatur dalam surat edaran Wakil Rektor Senior Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia UGM Ainun Naim bernomor 5890/PII/Dir-PPA/2009.

Selain pemungutan biaya parkir, surat edaran itu menyebutkan, akses masuk UGM hanya akan dilakukan lewat satu pintu, yaitu melalui Gedung Pusat UGM. Kawasan itu juga akan dijaga Satuan Keamanan Kampus (SKK) selama 24 jam penuh.

Menurut Suryo, pemberlakuan kebijakan satu pintu itu dilakukan demi menertibkan parkir dan menjaga ketenangan pembelajaran.

Secara terpisah, Menteri Koordinasi Eksternal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa UGM Lakso Anindito menyatakan, organisasi mahasiswa itu menolak tegas penerapan tarif parkir. Kebijakan tersebut dinilai akan semakin memberatkan mahasiswa yang selama ini sudah dikenakan biaya kuliah yang sangat tinggi.  

"Apa pun bentuknya, kami menolak kebijakan tarif parkir ini karena mestinya UGM sebagai kampus kerakyatan memberikan fasilitas bagi civitas akademikanya, dan bukannya malah menambah beban mereka," ujarnya.

Pemasangan portal juga dikhawatirkan akan mengurangi akses masyarakat di kawasan kampus UGM. Selama ini, ruas-ruas jalan di kampus UGM banyak digunakan warga Yogyakarta sebagai jalur alternatif, baik menuju Jalan Kaliurang, maupun Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito.

Menurut Lakso, meskipun sosialisasi komersialisasi lahan parkir itu telah dilangsungkan sejak Selasa (18/8), kebijakan itu belum sungguh-sungguh dikenakan. Masih banyak karyawan, dosen, dan mahasiswa yang belum mengetahui kepastian kebijakan baru tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.