Jenglot Palsu Lenyapkan Uang Puluhan Juta

Kompas.com - 28/07/2009, 13:26 WIB
Editor

TUBAN, KOMPAS.com — Berbekal sepotong kayu yang dibungkus kain dan dimasukkan ke kotak, Mukhtar (45), yang mengaku sebagai paranormal, berhasil memperdayai setidaknya sembilan orang dan mengeruk uang puluhan juta rupiah.

Namun, ulah warga Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Meraurak, Kabupaten Tuban, itu terbongkar setelah janjinya bakal menggandakan uang tidak terbukti.

Bahkan, uang yang diserahkan oleh para korban tidak kembali. Dukun palsu yang mengaku sebagai pemilik jenglot pengganda uang itu diringkus petugas Sat Reskrim Polres Tuban, Senin (27/7).

Menurut pengakuan Mukhtar, penipuan itu dilakukannya untuk mendapatkan uang karena sudah lama menganggur. Membuat jenglot, makhluk supranatural, palsu dari potongan kayu dan menyelenggarakan ritual di makam-makam juga atas idenya sendiri.

"Sebagian uangnya sudah habis untuk kebutuhan dan sebagian lainnya saya gunakan membeli dua sepeda motor dan seekor sapi,” tuturnya.

Karena menganggur beberapa tahun, bapak satu anak ini menjalani profesi sebagai dukun palsu sejak 10 bulan lalu. Untuk memuluskan profesinya, ia pun membuat jenglot dari kayu kemudian dibungkus dengan kotak kecil dibubuhi wewangian dan dilengkapi alat-alat perdukunan lainya agar dia makin dipercaya oleh para korban.

Sejak saat itu, ia mendeklarasikan diri sebagai paranormal yang bisa menggandakan uang dengan bantuan jenglot yang dimilikinya. Beberapa orang yang tergiur dengan janji-janji Mukhtar rela menyerahkan uangnya untuk digandakan. Para korban rata-rata sudah menyerahkan uang hingga puluhan juta.

“Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan Supriyatin yang telah tertipu Rp 1,5 juta oleh pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso. Supriyatin (35), warga Desa Kelotok, Kecamatan Plumpang, Tuban, melapor ke polisi setelah uang Rp 1,5 juta yang diserahkan kepada Mukhtar tak kunjung berlipat menjadi Rp 1,5 miliar seperti janji Mukhtar.

Dalam menjalankan aksinya, selain menggunakan jenglot palsu sebagai alat untuk mengelabui korbannya, Mukhtar juga mengajak korbannya untuk melakukan ritual di beberapa makam. Seperti di sebuah makam yang berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, dan tempat-tempat lainnya. Menurut Budi Santoso, hingga kemarin sudah ada sembilan korban yang mengaku menyerahkan uang antara Rp 1,5 juta dan belasan juta.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan beraksi oleh pelaku, yakni pasir yang dibungkus kain putih, keris, jimat berupa batu permata mirah delima, jenglot palsu terbuat dari kayu, dupa, sejumlah parfum pewangi, sejumlah batu akik, dan beberapa peralatan lainya. (st31)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.