10 Parpol di DPRD DIY

Kompas.com - 18/05/2009, 20:40 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 10 partai politik bakal mewarnai dinamika politik di DPRD DI Yogyakarta untuk peridoe tahun 2009-2014. Dua parpol di antaranya merupakan parpol baru yaitu Partai Hati Nurani Rakyat dan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi DIY tentang Penetapan Kursi DPRD DIY dan Penetapan Anggota DPRD DIY 2009-2014, Senin (18/5) menunjukan, ada 10 parpol peserta pemilu 2009 yang memperoleh kursi di DPRD DIY. Jumlah parpol yang berhasil meraih kursi di DPRD DIY itu lebih banyak dari hasil pemilu 2004 yaitu hanya sembilan parpol. Partai Bulan Bintang yang pada pemilu 2004 meraih kursi di DPRD DIY, pada pemilu 2009 gagal meraih kursi.

Dari hasil penetapan kursi diketahui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih kursi terbanyak yaitu 11 kursi. Peringkat kedua, Partai Demokrat 10 kursi, Partai Amanat Nasional 8 kursi, Partai Golongan Karya 7 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 7 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 5 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 3 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi, Partai Karya Peduli Bangsa 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi.

Rapat pleno penetapan kursi DPRD DIY berjalan lancar dan tertib. Seluruh saksi parpol menerima hasil penetapan. Namun rapat tersebut hanya dihadiri 18 saksi partai politik. Ketua KPU DIY Any Rohyati mengatakan, KPU DIY sudah mengundang seluruh parpol peserta pemilu 2009 di DIY. "Saya tidak tahu kenapa mereka tidak datang," ucapnya.

Dari hasil penetapan kursi diketahui, caleg perempuan yang berhasil duduk di parlemen provinsi DIY sebanyak 12 orang. Dengan demikian tingkat keterwakilan perempuan di DPRD DIY di atas 20 persen. Ini lebih tinggi dari pemilu 2004 yang hanya ada 9 perempuan duduk di kursi DPRD DIY.

"Hasil itu cukup baik karena banyak parpol bahkan tidak mampu menenuhi kuota 30 persen calon anggota legislatif perempuan saat ikut pemilu," ungkap Any.

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DIY Djuwarto mengatakan, perolehan kursi PDI-P yang menurun dari 15 menjadi 11 disebabkan banyaknya parpol pada pemilu 2009. Suara PDI-P ikut tersedot parpol-parpol lain. "Sebagai peraih kursi terbanyak, PDI-P belum memutuskan kadernya yang akan ditetapkan sebagai calon Ketua DPRD DIY. Yang pasti dari pengurus DPD PDI-P," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat GBPH Prabukusumo menegaskan, meski sebagian besar calon anggota DPRD terpilih dari Partai Demokrat adalah muka baru, namun ia optimistis bakal bisa mengikuti dinamika politik di DPRD. Akan ada pembekalan khusus soal dunia legislatif, yuridis dan eksekutif. "Mereka kami ingatkan anti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan santun terutama saat berhadapan dengan eksekutif," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X