Dengan 776 Suara, Sofyan Bisa Jadi Anggota DPRD

Kompas.com - 16/05/2009, 12:50 WIB
Editor

PASURUAN, KOMPAS.com — Siapa bilang menjadi anggota parlemen harus mengumpulkan ribuan suara? Sofyan Effendi (24) cukup mengumpulkan 776 suara sudah berhak menjadi anggota DPRD Pasuruan.

Jangankan orang lain, lolosnya Sofyan Effendi sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan untuk masa jabatan 2009-2014 juga mengagetkan Sofyan sendiri. Caleg dari Partai Hanura dengan nomor urut 3 dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Pasuruan ini, mengaku tidak pede saat di-caleg-kan. Apalagi, ia banyak digojlok oleh teman-temannya.

Namun, justru karena diremehkan, bujangan berusia 24 tahun yang masih duduk di semester VII Fakultas Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan ini merasa tak punya beban.

“Saya tidak menyangka dapat berhasil masuk sebagai anggota DPRD. Saat berjuang saya nothing to lose, tak ada beban meskipun saya tetap berusaha. Ternyata perjuangan saya itu berhasil dan nasib lagi mujur. Banyak yang mengatakan, saya lolos sebagai anggota DPRD seperti anak sekolah yang munggah gantungan alias naik kelas karena dikatrol. Karena mujur,” kata Sofyan. Saat ditemui, Sofyan tengah mengantar neneknya berobat di klinik medis dr Ferry di Jl Hasanudin, Kota Pasuruan.

Putra pertama pasangan H Khusaeri dan Hj Khusniah ini ditetapkan KPU Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu anggota Dewan bersama 49 orang lainnya, Jumat (15/5) kemarin. Selain ditetapkan sebagai anggota termuda DPRD Kabupaten Pasuruan, bujangan kelahiran 22 Agustus 1984 ini juga merupakan anggota Dewan dengan perolehan suara paling sedikit. Jauh lebih kecil dibandingkan raihan suara 48 anggota DPRD lainnya yang terpilih.

Perolehan suara Sofyan yang hanya 776 ini jauh di bawah bilangan pembagi pemilih (BPP) yang dibutuhkan di Dapil 4 yang sebanyak 12.212 suara. Apa itu artinya? Maksudnya adalah bahwa untuk bisa terpilih sebagai anggota DPRD lewat Dapil 4 itu, caleg seharusnya meraih setidaknya 12.212 suara. Pertanyaannya, mengapa suara Piyan (panggilan Sofyan) yang cuma 776 itu masih membuatnya terpilih?

Ini lantaran setelah kriteria BPP diterapkan, ternyata yang terjaring baru 48 anggota DPRD. Berarti masih kurang 1 kursi yang harus diisi karena jumlah total anggota DPRD Kabupaten Pasuruan semestinya 49 orang.

Karena itu, disaring lagi caleg-caleg yang tersisa berdasarkan suara yang diperoleh partai di tiap-tiap Dapil. Ketemulah Partai Hanura yang berhasil meraih suara sisa di Dapil 4, dengan total perolehan 3.177 suara, menyingkirkan PAN yang meraih 2.863 suara.

Dan karena caleg Hanura di Dapil 4 yang memperoleh suara terbanyak adalah Sofyan, maka kursi itu menjadi miliknya.

Apa rencana Sofyan setelah ditetapkan sebagai anggota DPRD? Ia mengaku akan memperjuangkan janji-janji kampanyenya dulu, yaitu mengentaskan rakyat dari kemiskinan. “Saya dulu kampanye dari pintu ke pintu. Saya tak menggunakan money politics,” kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Bagaimanapun, dukungan penuh orangtuanya juga amat berperan. “Saya bilang ke masyarakat, jika percaya putra saya, ya silakan dipilih,” ujar H Khusaeri, ayah Sofyan.

Sofyan sempat tak menaruh harapan ketika penghitungan suara di KPU menunjukkan perolehan suaranya kecil sekali. Meski demikian, ia dan orangtuanya tetap menyoroti masalah-masalah selama penghitungan suara sehingga ada koreksi-koreksi.

“Akhirnya, ketika ada suara sisa, saya lolos juga,” kata Sofyan girang.

Untuk DPRD Kabupaten Pasuruan, Hanura berhasil menempatkan dua wakilnya. Selain Sofyan Effendi, anggota Dewan dari Hanura adalah H M Hermadi dari Dapil 5, yang bersaing dengan Evi Zainal Abidin dari Partai Demokrat. Evi ditetapkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dengan raihan suara terbanyak, yakni 12.887. Yang unik, suara Evi ternyata juga tidak mencapai BPP di Dapil 5 tempatnya, yang sebesar 13.897 suara. st13



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X