Tradisi Pembuatan Rencong Aceh Terancam Punah

Kompas.com - 05/04/2009, 03:33 WIB
Editor

Medan, Kompas - Tradisi pembuatan rencong terancam punah, terutama di Kabupaten Aceh Utara, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan senjata tradisional khas Nanggroe Aceh Darussalam tersebut. Di Aceh Utara, sentra perajin rencong hanya terdapat di Kecamatan Tanah Pasir dan saat ini menyisakan satu perajin di sana.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dianggap kurang peduli dalam membina perajin rencong yang saat ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai suvenir khas Aceh dibandingkan fungsinya pada masa lalu sebagai senjata tradisional. Satu-satunya perajin rencong yang tersisa di Kecamatan Tanah Pasir, Ishak (57), menuturkan, setelah tahun 2000 masih ada tiga perajin rencong di Tanah Pasir. Bahkan, pesanan rencong dari Tanah Pasir sempat mengalami kenaikan saat masa darurat militer. Pasukan TNI yang ditugaskan ke Aceh sering kali memesan rencong buatan tangan tersebut di Tanah Pasir sebagai suvenir.

”Rata-rata TNI datang ke sini untuk membeli rencong sebagai suvenir. Bahkan, saya sempat heran, tentara yang baru datang ke Aceh pun sering datang ke sini. Rupanya mereka diberi tahu teman-temannya kalau di sinilah salah satu sentra rencong terbaik di Aceh,” ujar Ishak, yang ditemui di bengkel kecilnya di Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir, Sabtu (4/4).

Ishak menuturkan, beberapa tahun terakhir di Kecamatan Tanah Pasir hanya tinggal dia seorang perajin rencong yang masih bertahan. Dua perajin lainnya menutup usaha dan bengkelnya. ”Salah satu perajin adalah abang saya. Usahanya tak dilanjutkan karena beliau meninggal, sedangkan satu perajin lainnya kini tak lagi membuat rencong karena kalah kualitas dan rencong buatannya kurang laku,” ujarnya.

Meski jadi satu-satunya perajin yang masih tersisa dan praktis tanpa saingan, Ishak mengaku prihatin karena usahanya

membutuhkan modal agar tidak ditutup. Saat ini Ishak dibantu anak kelimanya, Abdul Manan.

Menurut Ishak, pemerintah daerah terkesan tidak peduli dengan keberadaan perajin rencong. Ia pernah mengajukan permintaan bantuan modal untuk membangun bengkel lain, tetapi tak mendapat tanggapan. (BIL)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.