Dua Siswi SD di Ende Jadi Korban Percabulan dan Pemerkosaan

Kompas.com - 21/02/2009, 23:14 WIB
Editor

ENDE, SABTU - Dua siswi SD Inpres 14 Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi korban percabulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Adam Ndori (43), yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan .

Tersangka sudah ditahan, karena dari hasil visum dokter menguatkan pada alat kemaluan korban selaput daranya robek, kata Kepala Kepolisian Sektor Ende Inspe ktur Satu Dewa Dominikus, Sabtu (21/2), di Ende.

Perbuatan tak bermoral itu terungkap dari kecurigaan Ny Erna, wali kelas dari korban, sebut saja namanya Intan (13), karena Intan akhir-akhir ini sering murung, tak bersemangat belajar, dan tubuhnya juga makin kurus.

Intan yang tahun ini duduk di kelas VI itu akhirnya mengungkapkan pada wali kelasnya itu, bahwa dirinya telah diperkosa oleh Adam. Intan memperkirakan pemerkosaan itu dilakukan tanggal 13 Januari 2008, di sebuah padang lalang, yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah korban . Tersangka merupakan tetangga korban.

Sepulang sekolah, dirinya diajak oleh tetangganya, sebut saja namanya Bulan (15), yang sebelumnya merupakan teman satu sekolah denga n Intan, tapi sejak tahun lalu Bulan berhenti sekolah. Bulan mengajak Intan pergi mencabut ubi untuk membantu tersangka Adam Ndori. Adam memberikan iming-iming upah Rp20.000 untuk korban.

Namun di luar dugaan ketika bertemu di tempat yang dijanjikan, Adam langsung memegang tangan Bulan dan Intan, dan tersangka kemudian mencabuli tubuh Bulan, sedangkan Intan diperkosa hingga dua kali.

Bulan yang dicabuli tersangka tidak bisa berbuat banyak dan ketakutan, begitu pula Intan . Setelah melakukan perbuatannya, tersangka meninggalkan keduanya. Dari kejadian itu Bulan dan Intan diduga ketakutan dan malu, sehingga tak berani menceritakan hal itu kepada orang tua masing-masing.

Ny Erna kemudian memberitahukan kejadian tersebut pada Darius Nggawa, ayah Intan, kemudian Darius langsung melaporkan tersangka ke Polsek Ende , Jumat (20/2) kemarin.

Saya minta pelaku diproses hukum diganjar hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. "Karena perbuatan pelaku bukan saja merusak masa depan anak saya, tapi sama saja dengan membunuh masa depan anak saya," kata Darius.

Saat diperiksa polisi, tersangka mengaku tidak memperkosa Intan, melainkan hanya menc abuli Bulan dan Intan. Tersangka juga mengaku memberikan uang kepada korban, karena korban yang meminta uang kepadanya setelah tersangka melakukan perbuatan bejatnya itu.

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Khusus Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 junto Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Regional
BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

Regional
Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Regional
Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Regional
16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

Regional
Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X