Ulama Indramayu Minta Bupati Yance Minta Maaf

Kompas.com - 13/02/2009, 12:17 WIB

INDRAMAYU, JUMAT — Ulama di Indramayu meminta Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau Yance mengajukan pernyataan maaf kepada umat Muslim, serta menarik iklan kampaye Partai Golkar yang dinilai menistakan agama Islam. Sebab, dalam iklan itu, Yance dinilai telah memanfaatkan dalil-dalil agama untuk kepentingan pribadi.

Ketua Lembaga Kajian Syariah Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Indramayu KH M Yunus Rasyidi, Jumat (13/2), mengatakan, Yance telah mengutip hadis dan Surat Al-Qashash untuk kepentingan kampanye dan partai politik. Padahal, antara dalil-dalil agama yang bersifat universal dengan kepentingan partai politik tidak bisa dicampuradukkan.

"Dalil agama atau syariah bersifat universal, tidak boleh digiring ke hal yang parsial, terutama yang bersifat kepentingan pribadi. Hal ini sudah merusak citra Islam, dan melecehkan agama," ujar Yunus.

Setidaknya, ada dua hal yang dianggap para ulama bahwa iklan Yance telah melecehkan Islam, yaitu mengutip hadis untuk menggiring masyarakat Indramayu memilih Parati Golkar dalam Pemilu 2009. Yang kedua, menuliskan, bagi yang tidak mendukung kader Partai Golkar, berarti telah mengkhianati Allah, Rasul, dan umat Muslim yang lain.

Menurut Ketua Umum Pengurus Daerah Wanita Persatuan Umat Muslim (PUI) Indramayu Nur Aslihati Qustolani, iklan Yance telah membuat sejumlah umat Muslim di Indramayu resah bahkan tersinggung. Dikhawatirkan, iklan itu akan berdampak perpecahan antarumat Muslim, baik di Indramayu, maupun di Jawa Barat.

"Sebab, isinya menggiring masyarakat memilih satu pihak, dengan mengatasnamakan Islam, dan bila tidak memilih, berarti mengingkari agamanya. Pembantu saya, ketika membaca iklan itu, langsung marah dan tersinggung karena hadis digunakan (sebagai) alasan agar masyarakat memilih," ujar Nur.

Oleh karena itu, Nur dan Yunus menegaskan, Yance harus segera menarik semua iklan pemilunya yang pernah terpasang di media cetak lokal, dilanjutkan meminta permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, sampai sekarang, belum ada tanggapan, baik dari pihak Yance, maupun Partai Golkar terhadap iklan yang terpasang sebulan lalu.

Sebelumnya, Yance juga pernah tersandung kasus yang serupa pada Mei 2005, saat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Indramayu. Ketika itu, Yance memasang foto dirinya berisi visi dan misi dalam Al Quran yang dia cetak dan edarkan di Indramayu secara gratis. Jumlahnya sekitar 4.600 eksemplar, yang dibuat dengan biaya APBD 2004 senilai Rp 100 juta .

"Saat itu, dia juga menjabat sebagai bupati perode 2001-2005. Tuntutan dan kecaman masyarakat pun dilakukan atas tindakannya yang dianggap menistakan Al Quran. Seharusnya, dia (Yance) harus sadar dong, ini sebuah kesalahan. Dulu kan sudah pernah, sekarang diulang lagi. Saya harap sih, mudah-mudahan dia segera sadar," ujar Yunus.

(THT)

 


Editor

Terkini Lainnya

Ledakan Mal Taman Anggrek, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Ledakan Mal Taman Anggrek, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Megapolitan
Menteri BUMN: Bandara NYIA Bangkitkan 'Image'  Kulon Progo

Menteri BUMN: Bandara NYIA Bangkitkan "Image" Kulon Progo

Regional
[POPULER INTERASIONAL] Penangkapan Perampok Ikan Dunia | Pengantin ISIS Ditolak Masuk AS

[POPULER INTERASIONAL] Penangkapan Perampok Ikan Dunia | Pengantin ISIS Ditolak Masuk AS

Internasional
Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional

Close Ads X