Lalu Serinata Didakwa Korupsi Berjemaah

Kompas.com - 22/01/2009, 15:03 WIB
Editor

MATARAM, KAMIS — Mantan Gubernur NTB, Drs H Lalu Serinata, didakwa terlibat tindak pidana korupsi secara berjemaah ketika menjabat Ketua DPRD NTB periode 1999-2004, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis.
     
Sidang perdana kasus dugaan korupsi dana APBD NTB tahun 2003 itu dipimpin Putu Suika, SH selaku ketua majelis hakim dibantu empat orang hakim anggota masing-masing Tjutjut Atmadja, SH, MH CN; Harini, SH; Surya Yulie Hartanti, SH; dan Indria Miryani, SH.
     
Sementara Tim JPU yang membacakan dakwaan itu terdiri atas Faturrahman, SH (Kasi Penuntutan Kejati NTB) selaku ketua, beranggotakan Peri Ekawirya, SH (Kasi Pidum Kejari Mataram), dan Hasan Basri, SH (Kasubsi Pratut Kasi Pidsus Kejari Mataram).
    
Serinata didakwa berlapis, yakni didakwa melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara cq Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp 7,9 miliar dan lebih dari Rp 2,5 miliar pada dakwaan kedua sehingga total kerugian negara mencapai Rp 10 miliar.

Beramai-ramai

     
Dalam dakwaan pertama, Serinata selaku Ketua DPRD NTB sekaligus Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) bersama-sama dengan saksi Rahmat Hidayat, Drs Abdul Kappi, dan H Abdurrahim, SH, CN, masing-masing selaku Wakil Ketua DPRD NTB sekaligus sebagai Wakil Ketua PURT (juga tersangka dalam berkas terpisah) telah melakukan penyimpangan.

Penyimpangan dimaksud yakni penggunaan biaya pendukung penunjang kegiatan Dewan tanpa didukung bukti-bukti rincian kegiatan yang sah, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Dewan dan pada kenyataannya biaya tersebut dibagi-bagikan dan diterimakan kepada unsur pimpinan dan anggota DPRD NTB serta Sekretaris DPRD NTB.
     
Biaya yang dibagi-bagikan itu dalam bentuk uang tunai setiap bulan maupun insidentil sebagai tambahan penghasilan di luar gaji anggota DPRD. "Hal tersebut menyimpang dari ketentuan Pasal 27 Ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 105 Tahun 2000," ujar Peri Ekawirya saat membacakan dakwaan tersebut.
     
Selain penyimpangan dana PURT, maka Serinata dan para wakil ketua DPRD NTB beserta anggota DPRD NTB lainnya secara bersama-sama atau korporasi melakukan penyimpangan dalam penggunaan pos tunjangan kesejahteraan Dewan sebesar lebih dari Rp 1,16 miliar.

Penggunaan dana lainnya yang dianggap menyimpang yakni anggaran biaya pendukung penunjang kegiatan dewan untuk biaya mobilitas pimpinan dan anggota Dewan sebesar Rp 1,72 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Regional
Pasien Covid-19 Membludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Pasien Covid-19 Membludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Regional
Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Regional
2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

Regional
13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

Regional
Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Regional
Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Regional
Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Regional
Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Regional
Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat 'Terbelah'

Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat "Terbelah"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

Regional
Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Regional
Kabar Baik, 13 Pasien Sembuh, Kabupaten Ende Kini Bebas Covid-19

Kabar Baik, 13 Pasien Sembuh, Kabupaten Ende Kini Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X