Kehidupan Warga Eks Timtim Masih Memprihatinkan - Kompas.com

Kehidupan Warga Eks Timtim Masih Memprihatinkan

Kompas.com - 10/01/2009, 18:46 WIB

KUPANG, SABTU - Warga eks Timor Timur (Timtim) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertanyakan masa depan mereka. Di Timtim mereka tidak punya tempat, di Indonesia juga mereka tidak punya tempat yang menetap.

Tokoh masyarakat eks pengungsi Timtim, Felisberto Amaral (45) di Kupang, Sabtu (10/1) mengatakan, sering berdiskusi dengan sejumlah tokoh pejuang eks Timtim mengenai masa depan dari 200.000 warga eks Timtim di NTT.

"Kami telah meninggalkan segala galanya dan bergabung dengan Indonesia. Tetapi setelah hampir 9 tahun terakhir tinggal di Indonesia, kami melihat tingkat kehidupan kami tidak pernah berubah banyak," katanya.

Banyak warga hanya bekerja seadanya untuk mempertahankan hidup atau bisa makan hari ini. Kadang juga tidak bisa makan selama seharian. Ini disebabkan, warga tidak punya tanah untuk berladang atau berusaha. Membangun rumah tinggal saja mereka harus mengumpulkan uang selama tujuh tahun dari berbagai sumber seperti BLT, dan dana lain agar bisa membeli tanah.

Luas tanah yang dibeli antara 200-300 meter persegi hanya cukup untuk bangun rumah. Kalau memiliki lahan untuk menanam atau berladang warga harus kumpul uang puluhan tahun lagi. Kondisi ini sangat tidak mungkin bagi warga eks Timtim menata kehidupan yang lebih layak di Indonesia terutama bagi warga kecil, yang tidak punya pekerjaan tetap.

Sementara itu kalau mereka kembali ke Timtim juga tidak punya jaminan untuk hidup aman, punya tanah dan rumah layak huni. Tetapi bagaimana pun lebih baik mereka kembali ke Timtim karena sebagian besar anggota keluarga dan warisan nenek moyang ada di sana.

"Tetapi ke Timtim harus ada jaminan dari pemerintah di sana. Tanpa jaminan pasti, mereka tidak berani pulang Timtim," kata PNS pada dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang ini.

Ia berharap, para pimpinan pro integrasi yang telah membawa warga ke Indonesia, bisa mencari jalan keluar mengatasi persoalan masa depan warga eks Timtim di Indonesia.

Menurut Felisberto, kalau memang waktu itu pemerintah RI ingin melepas Timtim melalui referendum maka harus berterus terang. Jangan selalu memberi keyakinan kepada masyarakat Timtim bahwa Timtim tidak akan hilang sejengkal pun. "Pernyataan itu melahirkan adanya kelompok pro dan anti integrasi dan anti Indonesia," katanya.


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X