Ironis, Buruh Tani Mengonsumsi Tiwul - Kompas.com

Ironis, Buruh Tani Mengonsumsi Tiwul

Kompas.com - 04/01/2009, 21:47 WIB

TULUNGAGUNG, MINGGU - Sebagian warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mulai mengonsumsi tiwul atau singkong yang dikeringkan, ditumbuk, lalu diberi kelapa parut. Ironisnya, tiwul dikonsumsi buruh tani yang sehari-hari justru menanam padi.

"Beras sudah mulai susah, adanya cuma tiwul," kata Khotimah (37), warga Juragan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Minggu (4/1). Perempuan yang bekerja sebagai buruh tani itu biasanya mendapatkan jatah beras untuk orang miskin (raskin).

Namun, hampir tiga bulan ini, jatah itu sudah tidak ada lagi. Adanya tiwul, terpaksa itu yang dimakan sehari-hari.

Pengakuan senada dilontarkan Abu Bakar (44), warga Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Ia makan jagung sebagai gantinya nasi.

"Kebetulan saat panen jagung beberapa hari lalu, harganya relatif murah. Jadi, tidak semuanya saya jual," katanya menuturkan. Kebanyakan warga yang tinggal di kawasan selatan Kabupaten Tulungagung itu memanfaatkan jagung yang dipanen sebulan sebelumnya.

Saat musim panen beberapa waktu lalu, jagung di daerah itu jatuh hingga level terendah, yakni Rp 1.800 per kilogram. Padahal sebelum musim panen, harga jagung di tingkat petani mencapai Rp 4.200,00 per kilogram.

Sebagian dari petani di Kabupaten Tulungagung menyimpannya untuk dikonsumsi pada saat beras susah didapat seperti saat ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tidak bisa berbuat banyak menghadapi sebagian warganya yang terancam krisis pangan itu.

"Alokasi dana untuk semua program terpaksa dipangkas untuk mencukupi gaji pegawai negeri, terutama guru yang baru diangkat," kata Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkab Tulungagung, Wahyu Aji.

Sebelumnya, Pemkab setempat telah mengajukan penambahan dana alokasi umum (DAU) tahun 2009 kepada pemerintah pusat. Namun, kata dia, tidak mendapatkan tanggapan sehingga beberapa alokasi dana untuk program lainnya dipangkas untuk memenuhi kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Tulungagung sebesar 15 persen dan pengangkatan guru tidak tetap (GTT) sebagai PNS.


Editor

Close Ads X