Puncak Sanga Likur, Tempat Ritual 1 Sura

Kompas.com - 28/12/2008, 08:59 WIB
Editor
KUDUS, MINGGU — Sejumlah warga Jawa Tengah, Sabtu (27/12), mulai memadati Puncak Sanga Likur (29)—posisinya 1.522 meter di atas permukaan laut, salah satu tempat ritual—untuk menyongsong Tahun Baru Islam 1430 Hijriah, yang jatuh pada 29 Desember 2008 besok.

Pengamatan Kompas, pengunjung terus mengalir ke kawasan yang terletak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, sekitar 15 kilometer utara pusat pemerintahan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersebut. ”Mumpung cuaca cukup cerah, Pak. Jika hujan, jalan menuju Puncak Sanga Likur licin,” demikian alasan Solikin (45), pengunjung asal Semarang, yang tengah makan di warung depan Balai-Kantor Desa Rahtawu, kemarin.

Selama enam tahun terakhir, untuk mencapai Puncak Sanga Likur, pengunjung tidak melulu jalan kaki ke lokasi tersebut. Karena sebagian jalan sudah diaspal, mereka bisa naik motor atau ojek hingga Dukuh Semliro. Dari dukuh tersebut, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

Jalan setapak

Sebelumnya, warga yang ingin ke Puncak Sanga Likur harus jalan kaki melalui jalan setapak yang ada di sisi kiri maupun kanan puncak itu. Titik temu kedua sisi terletak di hutan lindung Bunton, yang memiliki air tiga rasa. Dari lokasi terakhir ini, pengunjung kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak, melalui jalan yang terjal.

Puncak Sanga Likur itu berukuran sekitar 10 x 12 meter persegi. Di sana terdapat empat arca batu, yaitu arca Batara Guru, Narada, Togog, dan Wisnu. Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan bagaimana mengangkut arca tersebut ke puncak itu mengingat medan yang begitu berat.

Pada tahun 1990, di seputar puncak tersebut, Prof Gunadi dan empat orang tenaga stafnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta (kini Balai Arkeologi Yogyakarta) menemukan Prasasti Rahtawun.

Selain empat arca, di kawasan itu ada pula enam tempat pemujaan yang letaknya tersebar dari arah bawah hingga menjelang puncak. Masing-masing diberi nama (pewayangan) Bambang Sakri, Abiyoso, Jonggring Saloko, Sekutrem, Pandu Dewonoto, dan Kamunoyoso.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi peziarah tradisional, sebelum mencapai Puncak Sanga Likur, mereka terlebih dahulu wajib singgah di enam lokasi pemujaan tersebut sehingga dibutuhkan waktu paling cepat sehari untuk sampai ke puncak. Pengunjung biasa bisa langsung ke salah satu tempat yang dituju. (SUP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.