Video Aborsi Pelajar Gegerkan Pasuruan

Kompas.com - 27/11/2008, 09:52 WIB
Editor

PASURUAN, RABU — Diduga karena hamil diluar nikah, pelajar salah satu SMA negeri di Kota Pasuruan nekat melakukan aborsi ke seorang dukun. Hebohnya, proses aborsi itu terekam dalam kamera ponsel yang saat ini telah beredar luas di masyarakat.

Kontan saja peristiwa aborsi itu membuat heboh masyarakat. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus aborsi yang diduga dilakukan seorang pelajar berinisial D kelas II IPA di salah satu SMA negeri di Kota Pasuruan.

Kasus ini terkuak setelah rekaman aborsi pelajar itu tersebar luas dan banyak dijumpai di masyarakat. Dalam rekaman video format MP4 yang berdurasi sekitar 45 menit itu, memperlihatkan seorang perempuan muda berinisial D sedang menahan sakit lantaran perutnya dipijat oleh tangan seorang laki-laki tua yang diperkirakan seorang dukun aborsi.

“Beredarnya rekaman itu lumayan lama, dua mingguan ini. Entah awalnya dari mana, tapi sudah banyak HP-HP yang memiliki perangkat MP4 menyimpan rekamannya,” kata Munawar, seorang remaja yang biasa mangkal di komplek ruko di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Rabu (26/11) malam.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kebenaran rekaman itu. Bahkan, pihak kepolisian telah mulai melakukan pemeriksaan terhadap pemuda yang bernisial A yang pernah menjadi pacar D.

Kapolresta Pasuruan AKBP Herry Sitompul melalui Kasatreskrim Polresta AKP Adi Sunarto mengatakan, pemanggilan kepada siswa itu merupakan langkah penyelidikan. Bahkan, dalam pemeriksaan A menyatakan memang pernah menghamili D.

Setelah mengetahui kehamilan itu, dilakukanlah tindakan aborsi ke seorang dukun. "Siswa itu berinisial A dan mengatakan pernah berpacaran dengan siswi yang berada di dalam video, tetapi ia tidak satu sekolahan dengan D. A juga mengakui aborsi dilakukan di luar Kota Pasuruan dan hingga saat ini kami masih mencari tempatnya," katanya.

Terkait lokasi aborsi, AKP Adi Sunarto menyatakan masih harus diperkuat keterangan dari D. Namun, kondisi D saat ini mengalami shock berat hingga kesehatannya terganggu. Apalagi, begitu rekaman video aborsi yang dilakukannya beredar luas di masyarakat sehingga pihak kepolisian menunggu waktu yang tepat untuk meminta keterangan dari D.

"Ada salah seorang teman dari siswi di dalam video itu yang mengetahui tempat aborsi. Temannya itu saat ini tengah kami cari. Jika keterangan dari semua saksi terkumpul, kami segera menangkap dukunnya. Bahkan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Pasuruan,” imbuh AKP Adi Sunarto.

Dari pihak sekolah siswi berinisial D diperoleh informasi bahwa D sudah menyatakan mengundurkan diri. “Sejak 19 November ia tidak lagi menjadi siswi sekolah ini. Ia telah mengundurkan diri dan menyatakannya melalui surat pernyataan yang diteken di atas materai,” tutur Hendri Agustin, bagian pengawasan dan konseling siswa tempat D dulu bersekolah. st13



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Regional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Regional
3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Regional
Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Regional
Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Regional
3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

Regional
Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Regional
Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Regional
Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Regional
Duduk Perkara YouTuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Duduk Perkara YouTuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X