KPU Garut Andalkan "Real Time"

Kompas.com - 26/10/2008, 15:21 WIB
Editor

Laporan Wartawan Kompas Mohammad Hilmi Faiq

GARUT, MINGGU — Untuk menghitung hasil perhitungan suara sementara dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Garut, Minggu (26/10), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut mengandalkan sistem real time. Dari 3.939 Ketua Kelompok Penyelanggaran Pemungutan Suara (KPPS) 62 persennya akan mengirimkan data melalu i pesan singkat atau SMS.

Ketua KPU Kabupaten Garut M Iqbal Santoso mengatakan, mulai Mingggu sekitar pukul 16.00 perhitu ngan akan dimulai. Masing-masing nomor ponsel Ketua KPPS telah didaftar, sehingga jika ada pengiriman data perhitungan suara dari nomor yang tidak dikenal akan ditolak. Perhitungan ini bekerja sama dengan Universitas Garut. "Saya berharap malam ini sudah ada hasil sementara dari tingkat kecamatan, meskipun ketua KPPS bisa langsung mengirim ke KPU via p onsel," ujarnya.

Iqbal menjelaskan, 38 persen ketua KPPS sisanya tidak bisa mengirim data via ponsel. Sebab, banyak di antara mereka yang tidak memiliki ponsel. Selain itu, ada pula daerah tertentu yang tidak ada sinyal (blank spot).

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Memo Hermawan dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memprediksi tingkat partisipasi warga mencapai 70 persen. Namun, pantauan Kompas hingga waktu batas pencoblosan suara banyak warga yang tidak datang ke TPS. DI TPS 14 Desa Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, dari 227 calon pemilih yang terdaftar, hanya 170 yang me ncoblos. Di TPS V Kelurahan Pakuwon Kecamatan Garut Kota terdaftar 552 calon pemilih hanya 317 yang mencoblos.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X