Aturan Soal Aborsi Harus Akomodasi Hak Perempuan

Kompas.com - 28/08/2008, 17:52 WIB
Editor

JAKARTA, KAMIS - Revisi UU Kesehatan No 23/1992 harus mencantumkan persoalan aborsi dengan mengakomodasi hak reproduksi perempuan. Seperti diketahui, tindakan aborsi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU Kesehatan masih dikriminalkan tanpa pengecualian. Hal itu dikatakan praktisi kesehatan dr.Kartono Muhamad dalam acara seminar Aborsi: Menagih Tanggung Jawab Negara di Graha Sucofindo, Jakarta, Kamis (28/8).

"Dalam revisi UU tersebut aborsi hanya dibatasi pada indikasi medis dan perkosaan, tidak dalam perspektif kesehatan untuk melindungi perempuan atas hak reproduksinya," tutur Kartono. Selain itu, dari UU tersebut, menurut Kartono, korban perkosaan yang ingin melakukan aborsi harus meminta rekomendasi tokoh agama dan keluarganya.

"Padahal pandangan tokoh agama kan berbeda, dari sini saja sudah terlihat aturan ini tak mengakomodir hak perempuan atas reproduksi. Selama ini isu aborsi tak pernah dilihat dari aspek kesehatan, tapi dari aspek hukum dan moral," ujarnya.

Tetapi dikatakan Kartono, dalam revisi UU Kesehatan membolehkan aborsi dengan alasan kesehatan misalnya terkena penyakit atau gangguan kesehatan yang mengharuskan tindak medis tertentu.Sedangkan menurut aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH Jakarta) Restaria F Hutabarat, perlu diupayakan aturan aborsi yang tegas dalam Revisi UU Kesehatan dengan perspektif perlindungan hak reproduksi perempuan.

"Aturan ini tak memakai pendekatan pelarangan tetapi pengaturan dan upaya pencegahan atas praktek aborsi yang tak aman," kata Restaria. Restaria menegaskan aturan dengan standar layanan aborsi yang aman akan mengurangi praktik aborsi ilegal selama ini.

"Layanan aborsi dengan tenaga kesehatan yang terlatih, fasilitas yang mendukung dan memenuhi syarat serta pendampingan konseling, semuanya itu harus dipenuhi dalam aturan yang baru," ungkapnya.Saat ini pembahasan RUU Kesehatan sedang berlangsung di DPR dan isu aborsi masih dalam pembahasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.