Subsidi Migor Tahap II di Bandar Lampung, Kurang 400 Ribu Liter

Kompas.com - 14/08/2008, 17:47 WIB
Editor

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Alokasi minyak goreng bersubsidi tahap kedua untuk Lampung berkurang 35 persen atau sebanyak 400.000 liter dari alokasi tahap pertama sebanyak 1,2 juta liter. Pengurangan di lakukan karena pendistribusian minyak goreng bersubsidi tahap pertama terkendala lemahnya modal pedagang penyalur serta tidak lengkapnya syarat-syarat menjadi penyalur.

Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Eddy Syailendra, Kamis (14/8) mengatakan, pada pendistribusian tahap pertama seban yak 1,2 juta liter dengan subsidi Rp 2.500 per liter atau total senilai Rp 3 miliar, Lampung hanya mampu menyalurkan 96 persen.

Menurut Deddy, kendala pendistribusian paling banyak terjadi di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus. Sesuai kesepakatan awal, Disperindag Lampung bekerja sama dengan dua jaringan ritel Al famart dan Indomart untuk pendistribusian minyak goreng bersubsidi.

Di Lampung Barat, jaringan ritel tersebut hanya sampai di Ibu Kota kecamatan Bukit Kemuning, tidak merata hingga ke ibukota kabupaten di Liwa. Sementara Disper indag Lampung Barat tidak memiliki kendaraan pengangkut untuk mengangkut minyak goreng bersubsidi dari Bukit Kemuning ke Liwa. "Distribusi tidak berjalan merata di Lampung Barat," ujar Deddy.

Sementara di Tanggamus, seretnya distribusi terjadi sebagai akibat sulitnya Disperindag Tanggamus mendapatkan penyalur yang memenuhi syarat-syarat hukum. Di antaranya seperti persyaratan surat izin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan (TDP), nomor pokok wajib pajak (NPWP), serta nomor rekening yang sesuai dengan SIUP.

Menurut Deddy, kendala-kendala tersebut menjadikan alokasi subsidi minyak goreng tahap kedua untuk Lampung berkurang 35 persen. Subsidi dialihkan ke provinsi-provinsi lain yang lebih membutuhkan.

Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen untuk penyaluran subsidi minyak goreng Disperindag Lampung Heriyati Payakun mengatakan, sesuai alokasi subsidi yang sudah ditentukan, untuk alokasi tahap kedua Lampung hanya mendapatkan alokasi subsidi minyak goreng sebanyak 780.000 liter.

Alokasi itu terbagi atas alokasi untuk Bandar Lampung sebanyak 74. 750 liter, Lampung Selatan 104.000 liter, Lampung Barat 39.000 liter, Lampung Utara 84.500 liter, Pesawaran 68.500 liter, Tulang Bawang 74.750 liter, Lampung Tengah 52.000 liter, Metro 21.670 liter, Tanggamus 105.080 liter, Lampung Timur 94.250 liter, dan Way Kanan 61.750 liter.

Pada pendistribusian tahap kedua, distribusi tercatat sudah mencapai 41,6 persen. Di Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah distribusi minyak goreng bersubsidi tahap kedua sudah selesai. Sedangkan di Lampung Timur sudah 99,46 persen tersalurkan. Pendistribusian di tujuh kabupaten/kota lainnya diharapkan bisa segera dilakukan.

Lebih lanjut Deddy mengatakan, supaya subsidi tahap kedua tersalurkan semua, Disperindag Lampung meminta disperindag kabupaten/kota untuk menyiapkan angkutan minyak goreng ke daerah terpencil. Selain itu, meminta keseriusan setiap pemkab/kota untuk menyalurkan subsidi minyak goreng.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.