Gajah Liar Itu Tak Lagi Menakutkan

Kompas.com - 06/08/2008, 12:48 WIB
Editor

BANDA ACEH, RABU- Kawanan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar yang sebelumnya ditakuti warga di kawasan Kabupaten Aceh Jaya itu sekarang sudah mulai jinak. Masyarakat tidak lagi takut, dan bahkan bisa mengabadikan satwa berukuran besar itu menggunakan telepon seluler dari jarak 250-300 meter.

Rahmat dan Zulkifli, dua anak petani asal Pantee Purba/Ligan di Banda Aceh, Rabu (6/8), menyebutkan, kawanan gajah yang berjumlah 13 ekor itu dulunya sangat ditakuti masyarakat. Kawanan gajah tersebut sudah berada di pinggiran desa Ie Jeureungeh, Pantee Rambong, Gunung Kabong dan SP-V Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Patek, sekitar sebulan lalu dan setiap hari mengobrak-abrik tenaman pertanian dan perkebunan milik masyarakat setempat.

"Biasanya, kawanan gajah liar yang sudah semakin jinak itu ditonton masyarakat dan diabadikan melalui kamera HP dengan berdiri diatas Gunung Kabong saat gajah memakan berbagai jenis dedaunan dan rumputan muda diseputaran kaki gunung tersebut disaat hujan turun," kata Rahmat.

Selama ini, kawanan satwa liar dilindungi itu dipanggil masyarakat setempat dengan sebutan "Po Meurah" hanya melakukan pergerakan jelajah dari jarak dekat, yakni bolak-balik antara kawasan pinggiran hutan Desa Ie Jeureungeh, Pantee Rambong, Gunung Kabong dan SP-V Patek.

"Masyarakat sering memergokinya, namun ketika diminta jangan ganggu kami, kawanan gajah yang dipimpin seekor gajah jantan besar terus berlalu tanpa mengganggu manusia," katanya.

Dia mengatakan, seekor anak gajah dari kawanan tersebut ditemukan masyarakat sedang berjalan terseok-seok karena salah satu kakinya terluka, masyarakat berniaistif mengobati kemudian dilepaskan kembali ke induknya.

Gangguan satwa liar dilindungi itu sudah dilaporkan kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Jaya di Calang, namun sampai kini belum ada yang turun ke lapangan mengatasi keresahan masyarakat, baik upaya penangkapan maupun menghalau kembali ke habitatnya.

"Kawanan gajah tersebut sering muncul pada musim hujan dan dapat dilihat dari jarak dekat, namun masyarakat petani tidak diganggunya," kata Rahmat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.