Seusai Aborsi Novi Tewas

Kompas.com - 19/05/2008, 07:33 WIB
Editor

KEDIRI - Novila Sutiyana  (21), warga Desa Gegeran, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, tewas setelah melakukan aborsi di tempat praktik bidan Endang Setiyaningsih (39) di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (17/5) tengah malam.

Novi yang sudah hamil 1,5 bulan dari hubungan gelapnya dengan Santoso (32), warga Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, ini mengalami pendarahan hebat. Dugaan sementara, perempuan lulusan SMA itu mengalami infeksi rahim akibat aborsi tersebut. Menurut keterangan, kondisi gawat pada Novi dirasakan segera setelah dia meninggalkan tempat praktik Endang sekitar pukul 09.00, Sabtu. Novila dan Santoso menjalani aborsi hari itu pukul 08.00.

Sabtu pagi itu, di ruang praktiknya, Endang memulai aborsinya dengan menyuntikkan obat Oxytocoin dicampur Duradryl ke pantat kiri Novila. Setelah itu, Endang menyuntikkan obat Cyanocobalamin (B12) ke pantat sisi kanan. Lima menit kemudian, suntikan itu bereaksi.

“Karena mengeluh sakit pada pahanya, saya meluruskan pahanya. Setelah itu saya suruh minum teh hangat. Mereka pun pulang karena sebelum dan sesudah aborsi kondisi kesehatannya memang sehat,” kata bidan Endang di Polres Kediri, Minggu (18/5).

Karena mengira kondisinya akan membaik, mereka pulang dengan sepeda motor. Namun, mereka sepakat jalan-jalan dulu ke rumah teman Santoso di Puncu. Namun, di tengah jalan, mereka berhenti karena Novi mengeluh sakit pada rahim dan perutnya. Santoso lalu membopong Novi menuju rumah warga di Puncu. Santoso melihat kondisi Novi makin mengkhawatirkan karena terjadi pendarahan hebat.

Beberapa saat kemudian, anak tunggal pasangan Lamin (47) dan Sutiyah (39) asal Ponorogo ini langsung dilarikan ke Puskesmas Puncu. Namun, pihak puskesmas tidak sanggup dan merujuknya ke RSUD Pare.
“Saya mengira akan baik-baik saja. Bahkan, kami sempat membeli sate untuk dibawa pulang. Tapi saya kaget begitu melihat Novi lemas dan sempat istirahat di Koramil Puncu,” ucap Santoso di hadapan petugas Polres Kediri.

Dengan ambulans milik Puskesmas Puncu, Novila sampai di RSUD Pare pukul 14.00. Saat itu juga, petugas rumah sakit langsung menanganinya. Bahkan, menurut sumber di RSUD Pare, dokter memutuskan operasi karena kondisi Novi semakin kritis. “Rencananya akan dioperasi pukul 24.00,” kata sumber itu. Namun belum sempat dioperasi, Novi mengembuskan napasnya. Menurut petugas rumah sakit, Novi meninggal sekitar pukul 23.45.

Santoso dan Novi menjalani hubungan gelap dalam beberapa bulan terakhir. Santoso adalah suami Sarti (27), bibi Novi, yang sudah setahun menjadi TKW di Hongkong. Karena kesepian ditinggal istri, Santoso menjalin hubungan gelap dengan keponakannya sendiri hingga Novi hamil 1,5 bulan.

 

Siapkan Rp 2 Juta

Tewasnya anak tunggal ini tidak saja membuat kaget keluarga Lamin di Ponorogo. Lamin, ayah Novi, yang datang menjemput jenazah di RSUD Pare tidak menduga putrinya tewas karena aborsi. Perempuan yang dua tahun lalu lulus SMA ini pernah bekerja di Ponorogo, kemudian ke Surabaya bersama Santoso.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Green Economy' hingga Pembangunan 7 Lokasi Pembibitan di Indonesia, Ini Pesan Jokowi Saat Tinjau Pusat Sumber Benih Rumpin Bogor

"Green Economy" hingga Pembangunan 7 Lokasi Pembibitan di Indonesia, Ini Pesan Jokowi Saat Tinjau Pusat Sumber Benih Rumpin Bogor

Regional
Cerita di Balik Baliho Ulang Tahun Bernilai Rp 25 Juta, Kejutan Crazy Rich Surabaya untuk Sang Istri

Cerita di Balik Baliho Ulang Tahun Bernilai Rp 25 Juta, Kejutan Crazy Rich Surabaya untuk Sang Istri

Regional
Detik-detik Bocah Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter, Teman Sempat Berusaha Tarik Kaki Korban

Detik-detik Bocah Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter, Teman Sempat Berusaha Tarik Kaki Korban

Regional
Fakta Bayi Dibuang di Kebun, Ibunya Masih Pelajar dan Hasil Hubungan di Luar Nikah

Fakta Bayi Dibuang di Kebun, Ibunya Masih Pelajar dan Hasil Hubungan di Luar Nikah

Regional
Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X