Aborsi, Pemerintah Belum Konsisten

Kompas.com - 19/04/2008, 11:22 WIB
Editor

MATARAM, SABTU - Konsultan pendidikan seks, Dr Andik Wijaya menyatakan hingga saat ini pemerintah masih belum konsisten dalam pemberantasan tidak pidana aborsi, yang kian marak di Tanah Air.
   
"Tindakan aborsi tidak lagi didominasi masyarakat perkotaan, tetapi juga sudah masuk hingga ke pelosok-pelosok kampung. Aborsi makin banyak karena pemerintah masih menggunakan standar ganda," katanya pada seminar, yang dihadiri ratusan remaja/pemuda gereja se-Lombok di Mataram, Jumat malam.
   
Tindakan aborsi yang kerap dilakukan kalangan pemuda dan remaja yang melakukan seks bebas, justru dilakukan oleh klinik-klinik yang dibawah binaan pemerintah. Pemerintah di satu sisi bertanggung jawab dan berwenang untuk menindak serta memberantas aborsi, tetapi di satu sisi justru pemerintah memberikan peluang.

"Sehingga jangan heran bila kondisi demikian itu sering dimanfaatkan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri. Kasus aborsi setiap tahunnya di Indonesia terus mengalami peningkatan," katanya. Menabukan masalah seks sudah tidak tepat lagi saat ini. Pemuda dan remaja saat ini membutuhkan pendidikan seks secara benar.

Para orang tua yang tidak siap memberikan pendidikan seks yang benar kepada putra-putrinya justru akan mendapati anak-anaknya mendapatkannya informasi seks secara salah, baik melalui media massa, bacaan serta penjelasan dari rekan sebaya.

Remaja kerap mencari solusi secara salah, karena tidak mendapatkan jawaban yang membutuhkan dari orang tua mereka. "Dalam pencarian jati diri itupula yang menyebabkan tidak sedikit para pemuda dan pemuda kita saat ini yang tersesat, akhirnya terlibat pergaulan bebas, yang akhirnya mereka terpaksa melakukan tindakan aborsi," katanya.

Lebih lanjut, Dr Andik Wijaya yang mengkhususkan diri dalam pendidikan seksual tersebut menyatakan bahwa keterlibatan pemuda ataupun remaja dalam tindakan aborsi tersebut berdampak buruk terhadap kehidupan sosial, psikis, serta kejiwaan.

Yang pasti, bagi pemudi atau remaja yang telah melakukan tindakan aborsi, maka hal itu akan menghantui kehidupannya sepanjang masa, dan tidak akan pernah terhapuskan dari ingatannya. Bahkan yang bersangkutan akan merasa tersisihkan dalam pergaulan sosial atau masyarakat.

Mengenai keberadaan kondom yang dikatakan dapat mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS, Dr Andi Wijaya secara tegas menyatakan, pendapat demikian itu adalah pemikiran yang salah.

"Produsen kondom kerap menyesatkan," katanya. Dari hasil penelitian yang dilakukan di negara-negara maju, ternyata kondom tidak relevan dalam pencegahan penularan virus HIV/AIDS.

Karena itu, masyarakat maju sepeti di Amerika Serikat sekarang, sudah mengalihkan penggunaan kondom tersebut dengan mengubah gaya hidup. Mereka berpendapat bahwa hidup tanpa kondom itu jauh lebih baik.

Sadar atau tidak, masyarakat kita sekarang ini telah masuk dalam perangkap pabrik-pabrik kondom. Seolah-olah kondom itu merupakan suatu solusi."Hidup tanpa kondom itu jauh lebih sehat. Kalau kita mau hidup benar, kita jangan lagi terjebak pergailan bebas," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

Regional
Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Regional
Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

Regional
Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik 'Ayah Bunda' di Pengungsian Dipertanyakan

Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik "Ayah Bunda" di Pengungsian Dipertanyakan

Regional
4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

Regional
Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Regional
Film Jamal, Kisah Tentang 'Janda Malaysia' di Lombok

Film Jamal, Kisah Tentang "Janda Malaysia" di Lombok

Regional
5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X