Eks Pengungsi Timtim Tetap Tagih Sisa Bantuan KBS - Kompas.com

Eks Pengungsi Timtim Tetap Tagih Sisa Bantuan KBS

Kompas.com - 09/04/2008, 13:00 WIB

KUPANG, RABU-  Eks pengungsi Timor Timur (Timtim) yang telah menjadi warga negara Indonesia (WNI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menagih sisa bantuan korban bencana sosial (KBS) senilai hampir Rp 3,5 juta dari totalnya Rp 4,5 juta per kepala keluarga (KK). Kelompok warga itu sudah menerima sebagiannya atau Rp 1.085.00 per KK, Februari lalu.

Tagihan sisa bantuan KBS itu diungkapkan oleh sejumlah warga eks Timtim di tempat penampungan di Tuapukan, sekitar 17 km timur Kota Kupang, Rabu (9/4). Mereka di antaranya Ny Olandina da Silva, Clementino da Silva dan Jose Fernandez.

Tuapukan adalah satu dari sejumlah tempat penampungan warga Timtim yang mengungsi ke NTT menyusul pergolakan di Timtim tahun 1999. Pengungsi saat itu jumlahnya mencapai 284.000 jiwa. Selain di Tuapukan, mereka saat itu tersebar di sejumlah tempat penampungan di Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Kupang.

Sebagian di antaranya sudah kembali ke tanah kelahiranya di Timtim, namun sebagian lainnya tetap bertahan di NTT dan memilih menjadi WNI. Khusus di Tuapukan (Kabupten Kupang), kelompok warga eks Timtim saat ini sebanyak 590 KK atau kurang lebin 3.000 jiwa, termasuk anak cucuk mereka yang lahir di pengungsian. Jumlah itu sudah berkurang jauh dari jumlah awalnya sekitar 15.000 jiwa.

Seperti di lokasi lainnya, sebagian di antaranya sudah kembali ke Timtim, sebagian lagi sudah pindah lokasi baru setelah mendapat bantuan rumah sangat sederhana dari pemerintah. Ny Olandina dan sejumlah warga eks Timtim lainnya di Tuapukan mengetahui dana KBS berasal dari paket bantuan tahun 2006. Karena tidak kunjung dicairkan, kelompok warga ini lalu melakukan aksi unjuk rasa pada Desember 2007. Namun pemerintah baru menyalurkannya pada Februari 2008, dengan nilai bantuan Rp 1.085.000 per KK.

"Yang diserahkan baru sebagian kecil, padahal pengumuman melalui televisi, radio dan media lainnya menyebutkan bantua itu totalnta Rp 4,5 juta per KK," tambah Clementino. Sementara Kepala Dinas Sosial NTT, Frans Salem sebelumnya mengatakan, dana yang tersalur bagi keluarga eks pengungsi Timtim per Februari lalu itu bukan dari paket KBS, melainkan dari bantuan penguatan ekonomi rumah tangga miskin. "Paket bantuan yang disebut KBS itu sudah tidak ada lagi." katanya


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X