Pembentang Bintang Kejora Aku Tak Bersalah

Kompas.com - 05/03/2008, 12:14 WIB
Editor

MANOKWARI, RABU - Tersangka pengibar/pembentang bendera bintang kejora di Manokwari, Frans Kareth, saat demonstrasi menolak kehadiran PP 77/2007 di Manokwari Papua Barat 3 Maret lalu, mengaku tak bersalah.

Ia berdalih akan menyerahkan bendera itu kepada Kepala Polres Manokwari AKBP Yakobus Marjuki yang tiba-tiba datang memantau aksi. "Saat itu niat saya untuk menyerahkan bendera ke Pak Kepala Polres," ujar Frans Kareth, Rabu (5/3), ketika ditemui di ruang pemeriksaan Polres Manokwari.

Ia mengatakan saat demonstrasi ia memang berteriak-teriak, "Jangan takut....Jangan takut," sambil membentangkan bintang kejora, saat kepala polres memerintahkan jajarannnya menurunkan bendera bintang kejora.

Saat itu, ia hendak memberitahu puluhan pendemo untuk tidak takut terhadap seruan kepala polres. "Dalam UU Otsus Papua, masyarakat Papua diperbolehkan memiliki lambang daerah yang merupakan simbol kultur orang Papua. Kan aneh jadinya jika keluar PP77/2007 yang melarang masyarakat Papua memiliki simbol daerah bintang kejora. Mengapa PP bisa bertentangan dengan UU yang kedudukannya lebih tinggi," ujar dia.

Ihwal pernyataan ini, Kepala Polres AKBP Yakobus Marjuki mengatakan akan dibuktikan dalam pemeriksaan. "Kami punya bukti dan rekaman peristiwanya dari awal sampai akhir. Kalau tersangka bilang akan menyerahkan bintang kejora ke saya, nanti akan kita lihatdalam pemeriksaan," ujar dia.

Yakobus Marjuki mengatakan tersangka diancam tuduhan makar. Selain Frans Kareth, polisi juga masih mempersiapkan pemanggilan saksi/tersangka lain.Termasuk pihak Otorita Nasional Papua Barat selaku koordinator demonstrasi. Beberapa bukti yaitu tiga pucuk bendera bintang kejora dan dua tongkat untuk mengikatkan bendera. Serta rekaman video dari intelijen.(ICH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.