YBR hidup dalam kemiskinan ekstrem di Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bahkan untuk memiliki buku dan pena untuk belajar pun, YBR dan keluarganya tidak mampu.
Pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, jenazahnya ditemukan tergantung di pohon cengkeh, setelah meninggalkan surat untuk ibunya.
Sehari sebelumnya, YBS meminta dibelikan buku dan pena.
Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, maka permintaan itu tidak terkabulkan.
Beasiswa PIP atas namanya juga gagal dicairkan karena data kependudukan tercatat di Kabupaten Nagekeo.
Bupati Ngada, Raymundus Bena, menilai terlalu sederhana kalau penyebabnya hanya alat tulis.
"Kasus ini kompleks," ujarnya, menduga ada faktor lain.
Kepala SDN setempat, Maria Ngene, bilang YBS adalah anak yang ramah tanpa keluhan, jadi tak ada pemantauan khusus. Polres Ngada menyimpulkan murni bunuh diri, tanpa unsur pidana.
Kasus ini seperti gambaran puncak ketidakadilan sosial. Diperlukan perubahan nyata agar tak ada korban serupa lagi.
Kompas.com Gelar Donasi Buku dan Alat Pendidikan untuk Anak-anak NTT
Kompas.com hadir dengan program donasi alat tulis dan buku sekolah sebagai jembatan kebaikan bagi pembaca setia, untuk menyalurkan kebutuhan pendidikan ke daerah terpencil seperti Ngada.
Kompas.com membuka donasi melalui kitabisa.com untuk menyediakan buku bersih, pena, dan perlengkapan belajar, kita beri semangat baru bagi siswa miskin agar tak putus asa mengejar mimpi.
Melalui program Sedekah Pendidikan, setiap donasi Anda menjadi pahala yang membantu anak-anak terus belajar tanpa hambatan ekonomi.
Salurkan donasi Anda sekarang melalui Kitabisa.com dengan klik di sini atau bisa kunjungi: https://kitabisa.com/campaign/kompascompedulipendidikan
Sementara itu, tokoh agama Felix Baghi SVD menambahkan, ini cerminan kemiskinan ekstrem, keluarga broken home, serta kegagalan sistem negara dan masyarakat.
"Pendidikan gratis tanpa jaminan hidup layak itu ilusi," ujarnya.
Rektor Universitas Nusa Nipa, Jonas Gobang, mendesak pemerintah minta maaf dan perbaiki pelayanan untuk warga miskin, sesuai UUD 1945.
https://regional.kompas.com/read/2026/02/10/214953478/mari-berdonasi-saatnya-bantu-buku-dan-alat-tulis-untuk-anak-anak-ntt