Salin Artikel

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan semangat kepada tujuh pasien dan keluarga yang akan mendapatkan tindakan di Rumah Sakit Rujukan Nasional Jakarta.

Hariyanto mengatakan, seluruh kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah (pemda) memastikan hak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

"Kami biayai semuanya, mulai dari tiket pesawat pulang pergi, penginapan, dan biaya berobat. Saya berdoa, semoga pasien bisa sembuh dan sehat kembali. Untuk keluarga diberikan kesabaran serta mari berdoa semoga penyakit ini dapat terselesaikan dengan cepat dan selamat," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Hariyanto saat menyapa para pasien dan keluarganya di ruang tunggu VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, dengan didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau Heri Permana, Kamis (27/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Hariyanto mendekati bayi mungil yang berusaha tetap ceria di tengah kondisi penyakitnya. Dengan suara pelan namun penuh perhatian, ia bertanya kepada keluarga berapa usia bayi tersebut.

Widya, kakak dari bayi itu mengatakan bahwa adiknya baru berusia tujuh bulan dan telah mengidap kelainan jantung sejak lahir.

"Sekarang usianya tujuh bulan dari lahir penyakit ini telah ada. Terima kasih Pak, pemerintah memberikan fasilitas untuk rujukan ke rumah sakit di Jakarta," kata Widya.

Mendengar hal itu, Hariyanto sontak memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga dan mendoakan si bayi. Pasalnya, ia juga mengidap penyakit jantung. Oleh karena itu, Hariyanto memberikan dorongan kepada keluarga dan meyakinkan bahwa bayi ini akan sembuh.

Di sudut lain ruangan, seorang perempuan berhijab terlihat memeluk anak perempuannya yang tampak letih. Anak tersebut, Aisyah (10), merupakan pasien dengan kelainan jantung bawaan yang selama ini telah menjalani rangkaian pemeriksaan medis rutin.

"Makasih banyak telah membantu kami, mulai dari tiket pesawat hingga biaya hidup di Jakarta. Semoga anak saya bisa kembali besok dengan keadaan sehat," ucap ibu Aisyah, Rosma Dewi.

Sementara itu, remaja berusia 18 tahun bernama M Teguh Nasihin duduk sembari menatap wajah Hariyanto. Ia tampak tegar dan mempunyai harapan untuk pulih.

"Saya ingin sembuh, ingin hidup seperti orang lain, bisa olahraga tanpa takut, bisa tertawa tanpa memikirkan sakit lagi," kata Teguh.

Kekuatan doa

Usai menyapa para pasien satu per satu, Hariyanto mengungkapkan bahwa teknologi medis kini semakin canggih.

Namun, ia mengingatkan ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dan tidak tergantikan dalam proses penyembuhan, yaitu keteguhan hati.

"Sekarang alat sudah canggih-canggih. Ingat ya, harus berdoa. Kita sudah berusaha, tapi doa yang tetap membantu kita," ucap Hariyanto.

Di tengah era modern, ketika dokter, mesin, dan obat berlomba melawan waktu, doa tetap menjadi oase yang tak pernah kering, kekuatan yang tidak terukur tetapi dirasakan.

https://regional.kompas.com/read/2025/11/28/105451078/plt-gubernur-riau-beri-semangat-7-pasien-rujukan-ke-jakarta-pastikan-biaya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com