Salin Artikel

Dukung Program Mageri Segoro se-Jateng, Pemkab Pemalang Tanam 134.000 Batang Mangrove

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menunjukkan dukungannya terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) Mageri Segoro se-Jateng dengan menanam 134.000 batang mangrove di sembilan titik.

“Kegiatan ini menyatukan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi meningkatkan kuantitas dan kualitas ekosistem pesisir di Jateng,” ujar Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam keterangan resminya, Kamis (16/10/2025).

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam seremoni Mageri Segoro 2025 Kabupaten Pemalang yang digelar di Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Rabu (15/10/2025).

Anom mengatakan bahwa Mageri Segoro merupakan upaya bersama dalam menjaga kelestarian dan ekosistem pesisir sekaligus solusi berbasis alam untuk menghadapi krisis iklim.

“Hutan mangrove bukan hanya menjadi penyangga kehidupan, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, menjaga biota laut, serta mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar,” ucap Anom.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan Mageri Segoro juga bertujuan untuk menunjukkan aksi nyata dalam mengembalikan ekosistem mangrove.

Aksi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai wujud misi Gubernur Jateng “Ngopeni lan Nglakoni Jawa Tengah”.

Kegiatan penanaman mangrove bertajuk Mageri Segoro dilaksanakan secara serentak di 17 kabupaten/kota se-Jateng mencakup 107 desa, 125 pelaksana, dan 263 titik penanaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, mengungkapkan bahwa penanaman mangrove di Kabupaten Pemalang dilakukan di sembilan titik yang tersebar di lima desa.

“Penanaman dilakukan di Desa Mojo sebanyak 80.000 batang, Desa Pesantren 20.000 batang ditambah 3.000 batang bantuan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pertamina, Desa Ketapang 14.000 batang, Desa Limbangan 14.000 batang, serta Desa Nyamplungsari 5.000 batang,” jelasnya.

Wiji berharap, kegiatan penanaman mangrove ini dapat mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam meningkatkan daya dukung dan ketahanan wilayah pesisir di tingkat lokal.

Sebagai informasi, kegiatan Mageri Segoro di Kabupaten Pemalang dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) Ulujami, serta Kepala Desa Ketapang.

https://regional.kompas.com/read/2025/10/16/195311178/dukung-program-mageri-segoro-se-jateng-pemkab-pemalang-tanam-134000-batang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com