Salin Artikel

Luncurkan BIRD, Pemkab Bulungan Dorong Pelaku UMKM Ciptakan Ruang Usaha yang Ramah Disabilitas

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi meluncurkan program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas (BIRD) di Taman Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Minggu (12/10/2025).

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, BIRD dirancang untuk mendorong pelaku usaha miktro kecil dan menengah (UMKM) menciptakan ruang usaha yang ramah disabilitas. Melalui program ini, pengusaha memberikan potongan harga atau diskon khusus bagi penyandang disabilitas.

“BIRD adalah bukti nyata bahwa Pemkab Bulungan hadir untuk semua kalangan tanpa diskriminasi,” ucap Syarwani dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/10/2025).

Ia menyatakan, diresmikannya BIRD adalah sebagai bentuk nyata mewujudkan ekonomi yang inklusif bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

Adapun BIRD merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bulungan, Yayasan Faqih Hasan Centre, serta Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan.

“Program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas atau BIRD digagas oleh Yayasan Faqih Hasan Centre selaku mitra pemerintah, untuk mengajak seluruh pengusaha UMKM agar memberikan konsesi berupa potongan harga kepada penyandang disabilitas,” kata Syarwani.

Program ini memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menikmati makanan dan minuman di berbagai gerai UMKM dengan potongan harga antara 10 hingga 100 persen. Dua kawasan, yakni UMKM Tepian Kayan dan Tebu Kayan, ditetapkan sebagai lokasi percontohan.

Syarwani menilai kepedulian para pelaku UMKM di kawasan tersebut patut diapresiasi.

“Mereka rela memberikan diskon bahkan gratis, sebagai bentuk penghormatan dan empati kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran BIRD sejalan dengan program super prioritas Pemkab Bulungan, yaitu Mitra Bulungan Berdaulat, SIAP Pro Lansia, dan Disabilitas Prioritas.

“Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kelompok disabilitas,” tambahnya.

Untuk memastikan penerapan program berjalan tepat sasaran, Pemkab Bulungan menetapkan mekanisme yang jelas. Penyandang disabilitas dewasa wajib menunjukkan KTP dan kartu disabilitas, sedangkan pelajar penyandang disabilitas cukup menunjukkan kartu pelajar SLB atau sekolah inklusi.

Syarwani berharap semangat inklusivitas ini dapat menular ke seluruh pelaku UMKM di Bulungan.

“Kami ingin semangat ini menular ke seluruh pengusaha UMKM di Bulungan. Karena kesejahteraan tidak boleh eksklusif, tetapi harus dirasakan oleh semua,” ujarnya.

https://regional.kompas.com/read/2025/10/13/115941578/luncurkan-bird-pemkab-bulungan-dorong-pelaku-umkm-ciptakan-ruang-usaha-yang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com