Salin Artikel

DPMPTSP Banten Percepat Pelayanan Perizinan Usaha lewat OSS Berbasis Risiko

KOMPAS.com - Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten mempercepat pelayanan perizinan bagi pelaku usaha melalui penerapan online single submission (OSS) berbasis risiko.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti menegaskan bahwa penerapan OSS berbasis risiko membuat pelayanan perizinan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

Meski demikian, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (P2B2R), para pelaku usaha harus memenuhi persyaratan dasar perizinan berusaha untuk memulai dan melakukan kegiatan usaha.

"Seperti kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), persetujuan lingkungan, dan persetujuan bangunan gedung dengan sertifikat laik fungsi (SLF)," ujar Virgojanti dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025).

Selain itu, pelaku usaha juga harus memiliki perizinan berusaha berbasis risiko berdasarkan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) sebagaimana telah diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025, serta perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha.

"Sistem OSS berbasis risiko ini adalah transformasi layanan publik yang mampu mendorong pertumbuhan usaha sektor kelautan dan perikanan," tegas Virgojanti.

Sebagai informasi, OSS berbasis risiko bertujuan untuk memberikan pelayanan bagi pelaku usaha yang terbagi dalam kedua kelompok, yakni usaha mikro kecil (UMK) dan non-UMK.

Pelaku usaha yang termasuk kelompok UMK adalah individu/perseorangan dan badan usaha, sementara kelompok non-UMK adalah Kantor Perwakilan dan Badan Usaha Luar Negeri.

Dari sisi modal, jenis usaha terbagi dalam empat kelompok, yakni usaha mikro, kecil, menengah, dan besar.

Usaha mikro ditandai dengan kepemilikan modal usaha maksimal Rp 1 miliar atau penjualan tahunan maksimal Rp 2 miliar. Sementara itu, usaha kecil memiliki modal usaha antara Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar atau penjualan tahunan lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar.

Adapun usaha menengah mencakup pelaku usaha dengan modal lebih dari Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar atau penjualan tahunan lebih dari Rp 15 miliar hingga Rp 50 miliar.

Terakhir, usaha besar mencakup pelaku usaha dengan modal lebih dari Rp 10 miliar, serta usaha berbentuk badan usaha asing atau penanaman modal asing. (ADV)

https://regional.kompas.com/read/2025/09/02/152414578/dpmptsp-banten-percepat-pelayanan-perizinan-usaha-lewat-oss-berbasis-risiko

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com