Salin Artikel

Mahakam Ulu Banjir Bandang, BPBD Baru Bisa Dirikan 1 Posko Pengungsian karena Akses Terputus

SAMARINDA, KOMPAS.com – Banjir besar merendam Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga Kamis malam, ada satu posko pengungsian yang didirikan BPBD.

Satu posko pengungsian itu didirikan di Kampung Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu. 

Selain itu, pihaknya meminta para kepala kampung di luar Kampung Ujo Bilang mendirikan posko di masing-masing kampung.

“Saat ini kami (BPBD) fokus di Ujo Bilang (Ibu Kota kabupaten), karena kami tidak bisa akses ke kampung lain. Selain keterbatasan alat (perahu) juga beberapa akses terputus sehingga cukup menyulitkan,” terang Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Dharmawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/5/2024).

BPBD sudah mengevakuasi anak-anak, lansia dan ibu hamil menuju posko di Ujoh Bilang.

Namun, kondisi hujan yang tidak menentu membuat beberapa lansia sakit dan mendapat perawatan dalam posko.

Ini merupakan banjir terparah sepanjang sejarah di Mahakam Ulu, dengan ketinggian mencapai 3-4 meter.

“Rata-rata banyak rumah hanya kelihatan atap,” ungkap Agus.

Agus mengatakan, jumlah pengungsi di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, meningkat.

Pada hari pertama pembukaan tenda darurat, Rabu (15/5/2024) terdapat 300 pengungsi.

"Kemarin buru-buru kita ambil tikar karena kemarin tikar yang kami sediakan itu tidak cukup 50, tadi ambil lagi tikar. Kurang lebih 200 sampai 300 orang mengungsi itu satu kampung Ujoh Bilang saja," tuturnya.

Berdasarkan pantauan data BPBD terbaru, kini jumlah pengungsi bertambah menjadi 500 orang, yang tersebar di dua titik.

Agus mengatakan pihaknya belum mendata total jumlah warga terdampak. Namun dari pantauan lapangan sebaran banjir sudah meluas hingga belasan kampung dari lima kecamatan.

Agus menerangkan banjir besar itu dipicu intensitas hujan tinggi sejak beberapa beberapa minggu terakhir hingga membuat Sungai Mahakam meluap.

Selain itu, debit air sungai yang terhubung dengan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara juga meningkat, sehingga ikut memicu.

“Rata-rata kampung warga yang ada di bantaran Sungai terendam. Jangkauan air meluap dari bibir sungai hingga 3-4 km. Hanya kampung-kampung di pegunungan yang tak terdampak,” terang dia.

Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas publik seperti sekolah, posyandu, kantor-kantor pemerintahan, juga jembatan penghubung antar daerah terputus.

Untuk bantuan, Agus mengatakan warga lebih membutuhkan makanan siap saji serta bantuan perahu karet untuk proses evakuasi warga di kampung-kampung di luar Ujoh Bilang.

“Fasilitas perahu karet kami hanya punya tiga unit. Itu pun kami pinjam,” pungkas dia.

https://regional.kompas.com/read/2024/05/17/000319878/mahakam-ulu-banjir-bandang-bpbd-baru-bisa-dirikan-1-posko-pengungsian

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke