Salin Artikel

Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah, Mantan Lurah Sawah Besar Semarang Ditangkap

Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Cakra Nur Budi Hartanto mengatakan, yang bersangkutan diduga melakukan pungutan liar (pungli). 

"Uang yang diterima sekitar Rp 160 juta," jelas Cakra saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (15/5/2024). 

Barang bukti Rp 160 juta

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan mantan lurah tersebut adalah meminta uang pologoro atau biaya administrasi ketika ada warga yang mengurus sertifikat tanah.  

"Tersangka menyampaikan adanya biaya administrasi. Karena pemohon takut jika sertifikatnya tak jadi atau dipersulit kelurahan maka pemohon memberikan uang," paparnya.

Menurutnya, modus yang digunakan tersebut merupakan cara-cara yang biasanya dilakukan oleh mafia tanah. 

"Dengan memanfaatkan adanya jasa pembuatan atau penerbitan sertifikat hak milik," ungkap dia.

Cakra menegaskan bahwa tidak ada biaya administrasi atau jasa terkait untuk menerbitkan sertifikat tanah dari letter C ke surat hak milik (SHM) di tingkat kelurahan. 

"Kota Semarang gratis tak ada biaya," paparnya. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, uang yang diberikan korban digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi. Saat ini tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.

Adapun penyidik telah mengamankan uang Rp 160 juta yang dititipkan ke rekening penampungan kejaksaan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU Tindak Pidana Korupsi Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf B tentang penerimaan yang diterima penyelenggara negara. 

https://regional.kompas.com/read/2024/05/15/111111578/pungli-pembuatan-sertifikat-tanah-mantan-lurah-sawah-besar-semarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke