Salin Artikel

Bendung Alas Tumpuan 4.000 Petani Rusak, Menteri Pertanian Minta Pemprov Bengkulu Kirim Surat Resmi

BENGKULU, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta gubernur Bengkulu mengirimkan surat resmi pada lembaganya terkait perbaikan Bendung Alas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Bendung Alas merupakan tumpuan 4.000 petani setempat. Namun kerusakan di beberapa bagian megakibatkan 7.000 hektar sawah terbengkalai.

Pernyataan tersebut disampaikan SYL saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait tidak berfungsinya Bendung Alas karena rusak di beberapa tempat.

SYL hadir ke Bengkulu dalam rangka Panen Raya padi di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Jumat (10/2/2023).

"Ini kerjaan sama-sama, bendungan itu di Kementerian PUPR mungkin Pak Wagub (Pemprov Bengkulu) surati saya lalu saya surati menteri PUPR. Mungkin harus sering-sering diingatkan, saya kira ini merupakan kerja gotong-royong," jawab Menteri Syahrul Yasin Limpo.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 4.000 petani sawah terutama di Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Bengkulu, kesulitan air untuk mengairi sawahnya.

Buyung Saripul, petani sawah di Seluma mengatakan, akibat minimnya air, 7.000 hektar sawah terbengkalai dan beralih fungsi.

Namun, keberadaan bendung belum optimal, karena kerusakan di beberapa tempat. Akhirnya, air yang mengalir ke 7.000 hektar sawah petani berkurang.

"Bendung Alas apabila maksimal dapat mengairi 3 kecamatan, yakni Semidang Alas Maras, Semidang Alas, dan Talo Kecil. Total luas sawah 7.000 hektar dengan jumlah ribuan keluarga petani," ujar Buyung.

Dalam perhitungan petani setempat, apabila Bendung Alas diperbaiki, potensi gabah di daerah itu mencapai 100.000 ton gabah per tahun serta panen 3 kali setahun.

https://regional.kompas.com/read/2023/02/10/164627078/bendung-alas-tumpuan-4000-petani-rusak-menteri-pertanian-minta-pemprov

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke