Salin Artikel

Banjir Lahar Semeru, 18 Penebang Pohon Sengon di Lumajang Terjebak

Banjir pertama kali terdeteksi dengan amplitudo maksimal (amak) 10 milimeter sekitar pukul 14.30 WIB.

Namun, derasnya hujan yang mengguyur kawasan puncak membuat amak banjir terus meningkat hingga mencapai 37 milimeter pada pukul 14.48 WIB.

Banjir lahar hujan Senin sore tidak hanya membawa material pasir dan batu yang mengendap.

Namun, material panas akibat aktivitas vulkanik di puncak gunung juga turut terbawa derasnya aliran banjir yang membuat asap tebal membumbung di sepanjang aliran lahar.

Akibatnya, selain melumpuhkan jalur alternatif Lumajang-Malang via Curah Kobokan atau Tol Cikali, banjir juga membuat belasan pekerja penebang pohon sengon di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, terjebak banjir.

Para penebang yang sedang mengangkut kayu dari Dusun Sumberlangsep ke Dusun Sumberkajar itu harus tertahan saat banjir lahar sudah memenuhi badan Sungai Regoyo.

“Tadi ya cuaca cerah jadi kita beranikan tebang kayu di sana (Dusun Sumberlangsep) tapi tiba-tiba hujan dan 18 pekerja saya terjebak di sana” kata Muhammad Ma’ruf pemilik kayu sengon.

Kondisi ini membuatnya harus menunggu lebih lama sampai banjir lahar surut. Sebab, besarnya debit air dengan suhu yang masih panas tidak memungkinkan para pekerja untuk menyeberang.

“Ya sementara nunggu banjirnya surut dulu, karena tidak memungkinkan kalau menerobos aliran lahar hujan yang masih panas” tambah Ma’ruf.

Selain belasan pekerja tebang pohon sengon, ratusan warga Dusun Sumberlangsep juga terisolasi.

Sebab, jembatan limpas yang menjadi akses satu-satunya bagi warga tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.

Tidak hanya itu, puluhan warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai juga dihantui rasa takut setiap banjir lahar terjadi.

Apalagi, jika banjirnya datang saat malam hari. Biasanya mereka memilih mengungsi ke bukit lantaran khawatir jika banjir lahar meluap ke permukiman.

“Ya takut kalau banjirnya besar, biasanya kalau malam mengungsi ke gunung” kata Misnoto salah satu warga Sumberkajar.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengimbau warga yang tinggal di sekitar sungai yang dialiri banjir lahar untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Patria meminta warga untuk mematuhi arahan petugas untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami imbau warga yang ada di sekitar sungai, khususnnya yang dari aliran utama lahar untuk tetap waspada dan patuhi arahan petugas," imbaunya.

Untuk diketahui, status Gunung Semeru masih bertahan di level III (Siaga). Dengan demikian, warga dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari Puncak Kawah Jonggring Saloko.

https://regional.kompas.com/read/2023/01/16/214028478/banjir-lahar-semeru-18-penebang-pohon-sengon-di-lumajang-terjebak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke