Salin Artikel

Kronologi Sekelompok Polisi di Lembata Diduga Aniaya ODGJ, Tuduh Korban Pukul Teman Pelaku

Yosef adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia dianiaya di depan Kantor Koperasi Pintu Air, Kota Baru Lewoleba.

Akibat penganiayaan tersebut Yosef mengalami luka di bagian hidun dan luka lebam hingga robek di bagian pelipis.

Andreas Ledjap, kakak Yosef bercerita awalnya sekelompok polisi mendatangi rumah mereka di Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Rengah untuk mencari Bala.

Dengan kondisi emosi, sejumlah polisi itu menuduh Yosef memukul rekannya sesama polisi.

"Mereka datang cari tapi Yosef tidak ada. Mereka sempat ribut dan marah dengan nada tinggi. Katanya Yosef ada pukul salah satu anggota polisi," ujarnya, Rabu (28/12/2022).

Karena tak menemukan Yosef di rumah, mereka pun mencari Yosef dan menemukan pria 22 tahun itu di sekitar Kantor Koperasi Pintu Air.

Yosef kemudian dianiaya bahkan kedua tangannya sempat diikat oleh terduga pelaku.

Sementara itu ayah korban, Blasius Ledjap menyesalkan kejadian tersebut. Ia mengatakan penganiayaan yang dilakukan terduga polisi tak manusiawai, apalagi Yosef memiliki gangguan mental.

Blasius pun melaporkan penganiayaan yang dialami anaknya ke Polres Lembata dan berharap oknum polisi yang menganiaya Yosef diberi hukuman berat.

"Kami berharap Pak Kapolres Lembata tolong segera menindak anggotanya yang bertindak brutal ini, dan hukuman harus diberikan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Polres lakukan penyelidikan

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lembata Iptu Wayan Pasek Sujana mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan kakak korban, Andreas Baha Ledjap ke Polres Lembata, Rabu (28/12/2022).

Menurut Wayan, pihaknya masih belum memastikan apakah para pelaku merupakan anggota Polri atau bukan.

"Terkait orang yang menganiya korban itu belum diketahui identitasnya. Saat ini kita masih selidiki," ujar Wayan kepada wartawan di Kantor Polres Lembata, Kamis (29/12/2022).

Dalam laporannya Andreas menjelaskan bahwa sekelompok orang tak dikenal diduga anggota polisi datang ke rumahnya menanyakan korban.

Saat itu, Andreas mengaku tidak mengetahui keberadaan adiknya. Ketegangan pun sempat terjadi antara Andreas dan para pria itu.

Beruntungnya seorang anggota polisi berinisial ANO yang kebetulan lewat mendatangi rumah Andreas menenangkan situasi.

"Setelah situasi kondusif, ANO meninggalkan lokasi tersebut dan oknum yang diduga anggota polisi juga meninggalkan rumah Andreas," kata Wayan.

Tak lama berselang, lanjutnya, Andreas mendapat informasi dari warga sekitar bahwa adiknya dikeroyok sekelompok pria.

la kemudian meminta bantuan Marjuni anggota Polisi yang tinggal dekat rumahnya menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, Andreas mendapati korban dengan kondisi tangan terikat dengan tali, luka di pelipis mata kanan, siku tangan kanan, telapak tangan kiri, punggung bagian kanan dan badannya penuh debu dan tanah.

Andreas lalu membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba untuk divisum dan mendapatkan perawatan.

Hingga kini, kata Wayan, polisi telah memeriksa empat saksi dalam kasus tersebut, yakni ABL (38), M (26), AT (35), dan ALB (25).

Sementara korban, tambahnya, belum dimintai keterangan karena korban diduga mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.

"Kita masih koordinasi dengan bagian psikologi biro SDM Polda NTT, untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban," pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Serafinus Sandi Hayon Jehadu | Editor : Pythag Kurniati, Krisiandi)

https://regional.kompas.com/read/2022/12/30/080100078/kronologi-sekelompok-polisi-di-lembata-diduga-aniaya-odgj-tuduh-korban

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke