BANGKA, KOMPAS.com - Sebuah kapal berisi tiga warga negara asing (WNA) dilaporkan terkatung-katung di Laut Jawa karena mati mesin.
Untuk menyelamatkan dan mengevakuasi korban, kapal perang RI (KRI) Spica Pushidrosal dikerahkan.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, kapal bermuatan WNA yakni Kapal Speed Boat China Dolphin rute Malaysia-Australia mati mesin di Laut Jawa.
Kapal sepanjang 14 meter tersebut pertama kali mati mesin pada Senin (5/12/2022) pukul 08.20 WIB di dengan koordinat perkiraan LKP (Lost Known Position) 4°23.863'S 108° 59.786'E.
Awak kapal berusaha melakukan perbaikan, namun gagal, hingga akhirnya mengirim laporan ke kedutaan besar Australia.
"Selanjutnya dari pihak kedutaan melaporkan ke Basarnas dan meneruskan informasi tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang," ujar Oka dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).
Tiga WNA yang tercatat sebagai Person On board (POB) kapal, yakni Gerald Cookh (Canada), Peter Bruce Hull (Australia) dan Michael Jhon Hull (Australia).
KRI Spica berangkat malam harinya sekitar pukul 20.30 WIB.
Sebelumnya KRI Spica berada di perairan Belitung Timur dalam misi pencarian helikopter polisi P-1103.
https://regional.kompas.com/read/2022/12/08/090020078/3-wna-terkatung-katung-di-laut-jawa-kapal-perang-dikerahkan-untuk-evakuasi
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Daftarkan EmailPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan