Salin Artikel

Jenazah yang Ditemukan Terbakar di Kali Liliba Kupang Mulai Teridentifikasi, Polisi Tes DNA Orangtua

Matius (31) warga Kota Kupang menyebutkan, jenazah itu diduga Sebastian Bani alias Tian (21).

Menurut Matius, Tian adalah mahasiswa Fakultas Manajemen Universitas Mercu Buana Yogyakarta, yang berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

"Adik kami ini menghilang sejak awal Agustus 2022 lalu," ungkap Matius, kepada sejumlah wartawan, Selasa (4/10/2022).

Matius menjelaskan, Tian berkunjung ke Kota Kupang sejak April 2022 lalu, untuk menghadiri acara ulang tahun pacarnya berinisial EK.

EK pula yang membelikan tiket pesawat untuk Tian.

Selama di Kota Kupang, Tian tinggal di kos kakaknya di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Tian yang juga warga asal Kampung Homba Karipit, Desa Homba Karipit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, menghilang dan tidak bisa dihubungi setelah menghadiri acara ulang tahun pacarnya pada 10 Juni 2022 lalu di Kota Kupang.



Akun media sosial Facebook milik Tian lanjut Matius, terakhir aktif pada 31 Juli 2022.

Kemudian, pada 1 Agustus 2022, Tian masih menghubungi salah satu rekannya. Namun, sejak saat itu, telepon selulernya tak bisa dihubungi.

"Adik kami pun menghilang sejak saat itu hingga kini," kata dia.

Kedua orangtua Tian, Bertolomeus Radu Bani (44) dan Maria Muda Kaka (43) awalnya menduga kalau korban ke Kupang untuk bekerja.

Akhir Agustus, orangtua Tian mulai gelisah karena anak mereka tidak ada kabar.

Namun, orangtua sedikit memaklumi dan menduga Tian takut menghubungi mereka karena putus kuliah di Yogyakarta.

Keresahan orangtua kembali dirasakan pada awal Oktober karena Tian sulit dihubungi.

"Mereka makin khawatir, karena rekan-rekan Tian di Kota Kupang tidak ada yang mengetahui keberadaan Tian," ungkap Matius.

Menurut Matius, kedua orangtua Tian meminta bantuannya untuk mengirim foto jenazah yang terbakar.

"Begitu mereka melihat foto yang saya kirim, mereka histeris dan meyakini kalau itu adalah anak mereka," kata dia.

Orangtua Tian pun sudah ke Polres Sumba Barat Daya membuat laporan orang hilang.

"Rencananya pada Rabu (5/10/2022) besok, kedua orangtua Tian ke Kupang melaporkan kasus ini dan mengikuti tes DNA," ujar Matius.

Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota, Kombes Rishian Budhiaswanto menyebutkan, penyidik sedang melakukan tes DNA terhadap Bartolomeus Radu Badi untuk dicocokan dengan pria yang ditemukan hangus terbakar pada 2 Agustus 2022.

Bartolomeus adalah ayah dari Sabastian Bokol (Tian), yang hilang sejak 2 Agustus 2022 atau bersamaan dengan ditemukannya jenazah yang terbakar.

Tes DNA untuk memastikan identitas jenazah yang dibakar di dekat TPU Kasih, Kelurahan Liliba, Kota Kupang tersebut.

“Kita berharap dengan adanya informasi ini, terungkap identitas korban, siapa pelakunya, dan bagaimana modus operandinya,” kata Kombes Rishian kepada wartawan, Rabu (5/10/2022).

Sebelumnya diberitakan, warga yang bermukim di perbatasan antara Kelurahan Naimata dan Liliba, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah manusia yang terbakar.

Jenazah tanpa identitas itu ditemukan pertama kali oleh Riyan, siswa salah satu Sekolah Dasar di sebuah kali kering di wilayah itu, Selasa (2/8/2022) siang.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian setempat.

"Jenazah yang terbakar itu ditemukan oleh siswa SD saat pulang sekolah," ujar Kapolres Kupang Kombes Rishian Krisna kepada Kompas.com, Selasa petang.

Mayat berjenis kelamin laki-laki ini wajahnya sulit dikenali karena dalam keadaan terbakar. 

Lokasi penemuan mayat berada sekitar 75 meter dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba.

Saat ditemukan, mayat dalam posisi telentang, dengan tangan kanannya menempel di dahi dan kedua kakinya bersilang.

Di mulutnya ada luka memar. Ada juga beberapa lembar daun jati kering bekas terbakar.

https://regional.kompas.com/read/2022/10/05/164732778/jenazah-yang-ditemukan-terbakar-di-kali-liliba-kupang-mulai-teridentifikasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke