NEWS
Salin Artikel

"Pak Guru" Jago Merakit Bom Ditangkap, Diklaim Anggota Terakhir Teroris Poso

Pria yang disebutkan sebagai Askar alias Jaid alias 'pak guru' ditembak mati pasukan anti teror Densus 88, Kamis (29/09) malam.

"Daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso sudah habis," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, kepada pers, Jumat (30/09), di Poso.

Pak Guru ditembak mati di wilayah pegunungan kilometer 13 Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekira pukul 18.45 Wita, Kamis (29/09) malam.

Disebutkan pula selama ini pria itu sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan terorisme di wilayah Poso dan sekitarnya.

"Hari ini, mudah-mudahan hari terakhir kita rilis masalah DPO yang selama ini kita cari. Saya sampaikan sebelumnya DPO tinggal satu dan hari ini sudah habis semua," tambah dia.

Selain menembak mati terduga teroris itu, polisi menemukan beberapa barang bukti di tempat kejadian perkara.

Di antaranya adalah dua buah 'bom lontong' , satu pucuk senjata revolver, satu tas ransel besar berisi buah alpukat.

Jenazahnya dikubur di pekuburan umum Poboya, Palu, tanpa dihadiri keluarganya, Jumat (30/09).

Disebutkan dia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Keluarganya disebutkan sudah lama bermukim di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menurut polisi, Alikhwarisman mulai aktif sebagai anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) setempat sejak 2012.

Pada November 2014, dia tiba di Poso dan bergabung kelompok Santoso alias Abu Wardah.

Dia kemudian menjadi pelatih anggota kelompok tersebut di wilayah Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Sejak 2014, Alikhwarisman masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana Terorisme di Poso, yang dikeluarkan Densus Antiteror Mabes Polri.

Disebutkan pria dengan tiinggi badan 155cm ini ahli meracik dan merakit bom. Keahliannya ini kemudian ditularkan kepada anggota kelompok yang dipimpin Santoso saat itu.

10 Jejak kejahatan Askar

Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoot, ada sejumlah tindak kejahatan yang diduga dilakukan Askar selama aktivitasnya di pegunungan Poso dan sekitarnya.

Pertama, Askar diduga terlibat pembunuhan atas Simon Suju di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada 3 Agustus 2017.

Kedua, dia diduga terlibat pembunuhan Ronal Batau alias Anang di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada 30 Desember 2018.

Ketiga, kasus pembunuhan di Pegunungan Penghulu Kanan, Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada 23 Mei 2019. Korbannya bernama Njue.

Keempat, pembunuhan di Pegunungan Batu Tiga, Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, 25 Juli 2019, Korban disebutkan bernama Tamar dan Patte.

Dan, kelima, kasus pembunuhan di kawasan perkebunan Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, al 7 April 2020. Korban bernama Rattapo alias Daeng Tapo.

Keenam, perkara pembunuhan di Pegunungan KM9, Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, 19 April 2020. Adapun korbannya Ambo Ajeng alias Papa Angga.

Ketujuh, pembunuhan di perkebunan Tahiti, Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan,Kabupaten Poso,9 Agustus 2020, dengan korban atas nama Agus Balumba alias Papa Sela.

Delapan, penemuan mayat di Jalan trans Poso Napu, Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, 14 Agustus 2020. Korbannya atas nama Eliyas Lapulalang.

Sembilan, pembunuhan dan pembakaran di Dusun V Trans Lenovu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, 27 November 2020. Ada empat orang meninggal yaitu Nakka, Ferdy alias Pedi, Pinu, dan Yasa.

Terakhir, sepuluh, kasus pembunuhan di Pegunungan Patiroa, Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, 11 Mei 2021.

Korbannya ada empat orang, yaitu Lukas Lese Puyu, Paulus Papa Simson, Susa, dan Marten Solong.

Operasi 'Madago Raya' akan dilanjutkan

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menegaskan Operasi Madago Raya akan tetap dilanjutkan, karena "masih banyak simpatisan" kelompok teroris.

Dia kemudian meminta ikut bertanggung jawab agar tidak ada lagi kelompok radikal yang membuat suasana Poso tidak kondusif.

"Radikalisme bukan hanya tanggung jawab TNI Polri, tapi semua masyarakat,termasuk pemerintah daerah," kata Rudy.

"Kita akan kerja sama dengan masyarakat untuk menurunkan tensi para simpatisan agar menjaga Poso kondusif, damai, kita akan lakukan langkah-langkah pendekatan terhadap simpatisan," tambahnya.

Wartawan di Palu, Sulawesi Tengah, Eddy Djunaedy berkontribusi dalam laporan ini.

https://regional.kompas.com/read/2022/10/01/162600578/-pak-guru-jago-merakit-bom-ditangkap-diklaim-anggota-terakhir-teroris-poso

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.