Salin Artikel

Seorang Pria di Ngada NTT Tewas Mengenaskan, Terduga Pelaku Menyerahkan Diri

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, menerangkan, sekitar pukul 13.15 Wita Kepolisian Sektor (Polsek) Golewa menerima laporan masyarakat soal adanya pembunuhhan

Lokasi kejadian berada di Loka Ena Bhara, Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Ariasandy menjelaskan, pada Senin sekitar pukul 13.00 Wita, saksi 1 dan 2 atas nama Petrus Pate dan Emanuel Lanu, menuju ke Loka Ena Bhara untuk membuat seremonial adat Ti'i Ka Ebu Nusi (memberi makan nenek moyang).

Tiba di lokasi, kedua saksi bertemu dengan pelaku dan saksi 3, serta beberapa orang lainnya yang sedang duduk.

"Setelah itu pelaku mengatakan: kamu pulang saja dan jangan kasih makan di loka ini. Karena kami sudah kasi makan. Setelah mendengar pernyataan pelaku tersebut saksi 1 dan 2 langsung kembali jalan (pulang)," jelas Kombes Ariasandy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (13/9/2022).

Dalam perjalanan pulang, keduanya bertemu dengan korban yang sedang menuju ke lokasi dengan membawa jeriken putih berisikan moke putih dan membawa parang dalam keadaan tersarung.

Kepada korban, keduanya mengaku pulang karena di lokasi Loka, pelaku sudah membuat seremonial adat dan sudah memberi makan leluhur.

"Korban menjawab, saya akan tetap memberi makan kepada leluhur di Loka. Setelah itu kedua saksi terus kembali ke rumahnya, sedangkan korban berjalan menuju tempat kejadian perkara," ungkap dia.


Ia menjelaskan, pada pukul 13.00 Wita, seorang saksi atas nama Petrus Bate pergi hendak memberi makan nenek moyang di Loka Ena Bhara.

"Setibanya di lokasi, pelaku langsung memberitahukan kepada saksi atas nama Petrus Bate dengan mengatakan jangan kasih makan nenek moyang di sini karena kamu sudah usir kami dari Sa'o dan kamu bilang kami ini penggarap," jelasnya.

Kemudian, saksi Petrus Bate memilih pulang.

"Datanglah korban dan mengatakan kepada saksi Petrus Bate. Saya mau kasih makan nenek moyang siapa yang mau larang saya," katanya.

Korban pun terus berjalan menuju tempat acara ritual adat dengan membawa jeriken yang berisikan moke putih 7 liter. Ia berjalan sambil mengucapkan kalimat 'kalau kau berani coba kau bunuh saya', sembari cabut parang dari sarungnya.

"Pelaku langsung mengayunkan parang dari arah belakang yang mengenai kepala bagian belakang korban sebanyak tiga kali," ungkapnya.

Setelah itu, saksi Blasius Wene langsung berlari menuju ke Mapolsek Golewa untuk melaporkan kejadian tersebut.

Ia menambahkan, unit Reskrim Polres Ngada dan Polsek Golewa bersama Unit Intelkam masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan memantau situasi.

Ia mengungkapkan, terduga pelaku berinisial SS (47) asal Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, mendatangi Polsek Soa untuk menyerahkan diri pada Senin, pukul 14.20 Wita.

Personel Satuan Reskrim Polres Ngada pun melakukan penjemputan. Sekitar pukul 15.30 Wita, pelaku dibawa ke Polres Ngada.

"Terduga pelaku pembunuhan saat ini ditahan di Rutan Polres Ngada untuk penyidikan lebih lanjut," imbuhnya.

https://regional.kompas.com/read/2022/09/13/144309078/seorang-pria-di-ngada-ntt-tewas-mengenaskan-terduga-pelaku-menyerahkan-diri

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke