NEWS
Salin Artikel

Tragedi Polisi Tembak Polisi Terulang Kembali...

Tragedi polisi tembak polisi terjadi di Lampung Tengah. Seorang polisi di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah, Ajun Inspektur Polisi Dua Ahmad Karnaen, tewas saat berada di depan rumahnya di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Minggu (4/9/2022) malam.

Anggota Bhabinkamtibmas di Desa Putra Lempuyang, Way Pengubuan itu diduga tewas ditembak oleh sesama rekan polisi, Ajun Inspektur Polisi Dua RS, seorang provost di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah.

Level peristiwa memang kalah popular dari kejadian nahas Brigadir J, namun sama-sama tragedi.

Tragedi adalah peristiwa menyedihkan. Tragedi kehidupan, menurut Albert Einstein, sesuatu yang mati dalam diri seseorang pada saat dia hidup.

Tidak dirinci apanya yang mati. Namun bisa ditafsir maksud Einstein itu. Jika ditafsir, yang pertama muncul adalah matinya suara hati. Hilang tak bersuara. Hilang tak memberi arah.

Matinya suara hati, mati pula kesadaran moral. Pernah dikemukakan teolog John Henry Newman (1801-1890), dalam suara hati kita menyadari bahwa kita berkewajiban mutlak untuk melakukan yang baik dan benar, lantas menolak yang tidak baik dan tidak benar.

Bayangkan saja, sudah wajib ditambah mutlak. Ini jelas tak bisa ditawar-tawar. Maka dari itu suara hati bagaikan panggilan dari suatu realitas personal yang berkuasa atas diri kita.

Kalau kita mengikuti panggilan tersebut, maka membuat kita merasa bernilai, aman dan bersedia untuk menyerah.

Dari konsep itu jelas, kalau kita mengikuti suara hati, maka kita berkesadaran moral. Sebaliknya bilamana suara hati itu mati, hilanglah kesadaran moral. Hidup tanpa dilengkapi kesadaran moral maka perbuatannya cenderung immoral.

[ Saya mengikuti pakai istilah immoral. Ini mengacu kepada Concise Oxford Dictionary. Immoral berarti "bertentangan dengan moralitas yang baik" atau "secara moral buruk", bisa juga "tidak etis" ( K.Bertens 2007: 7). Sementara amoral yang sering digunakan punya arti "tidak berhubungan dengan konteks moral", atau "di luar suasana etis", dan "non-moral". Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), amoral diartikan sebagai "tidak bermoral, tidak berakhlak"].

Kita bisa lihat bersama, tragedi polisi tembak polisi (baik di Lampung maupun Brigadir J) jelas bertentangan dengan moralitas yang baik alias immoral tadi.

Pendapat umum bisa saja menyatakan "bertentangan dengan moralitas yang baik", tetapi siapa tahu bagi para polisi penembak justru tindakan amoral alias "tidak berhubungan dengan konteks moral".

Dia menembak karena baginya sesuatu yang benar untuk menjaga harkat dan martabatnya.

Ingat, kita adalah homo mensura. Pada homo mensura, kata Protagoras, bahwa semua kebenaran, keadilan, bahkan hukum sekalipun ditentukan oleh manusia sebagai standarnya. Manusia menilai benar atau tidak itu adalah kebijakannya sendiri.

Oleh karena itu, pemahaman akan sesuatu yang baik bagi setiap orang menjadi berbeda. Benar bagi kita, belum tentu benar bagi polisi penembak. Salah bagi kita, bisa saja benar bagi mereka.

Banyak yang bilang homo mensura dapat dikatakan benar apabila berbicara secara individu. Tetapi jika dibawa ke area publik, ini bisa menimbulkan benturan.

Hal ini menjadi masalah serius karena jika diterapkan akan muncul konflik atau pertentangan dalam kepentingan individual dan kepentingan kolektif.

Dari kaca mata Zizek, seorang filsuf kontemporer, tragedi itu adalah the real, yakni situasi yang tak terkatakan di mana bisa saja melepaskan kita dari jaring-jaring rutinitas yang menjebak.

Dalam arti ini setiap orang mengalami tragedi dalam keseharian hidupnya. The real mengajak kita memikirkan ulang, kemana kita akan menuju, dan apa yang harus kita lakukan (Zizek, 1989).

Apa yang dikemukakan Zizek ini mengajak kita semua untuk memikirkan ulang, apakah ada yang "mati" dalam kehidupan kita? Sering-sering melihat ke dalam, membaca diri sendiri, agar hidup kita terawasi. Begitu ada yang mati, buru-buru diasah kembali.

https://regional.kompas.com/read/2022/09/07/06210551/tragedi-polisi-tembak-polisi-terulang-kembali

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.