Salin Artikel

IRT dan Aparat Desa di Ende Ditangkap Saat Main Judi Online

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Ende, Iptu Yance Kadiaman mengatakan, keduanya dijerat pasal 303 tentang tindak perjudian.

"Keduanya bertindak sebagai pemain dan ancamannya 4 tahun penjara," ujar Yance saat dihubungi, Selasa (23/8/2022).

Yance menuturkan, keduanya ditangkap saat aparat melakukan penggerebekan perjudian di wilayah tersebut, Sabtu (20/8/2022).

Penggerebekan ini bermula dari laporan warga setempat terkait adanya aktivitas judi yang dilakukan dengan melibatkan ibu-ibu.

"Aparat kemudian bergerak ke lokasi berhasil menangkap pelaku. Keduanya sudah diamankan di sel tahanan Polres Ende," katanya.

Dari tangan LN, terangnya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah handphone, tiga lembar kertas bertuliskan angka, satu buku tabungan, dan satu kartu ATM BRI.

Sementara barang bukti yang disita dari VR, yakni satu buah handphone, lembaran kertas bertuliskan angka serta buku tabungan dan ATM BRI.

"Handphone ini yang digunakan pelaku untuk mendaftar ke situs judi online," katanya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, jelas Yance, mereka mengaku melakukan kegiatan perjudian dengan mendaftar akun pribadi ke situs judi online.

Selain itu, mereka juga mendaftar akun melalui tawaran dari situs judi online. Para pelaku pun bertindak menjadi pemain, juga bandar perpanjangan tangan dari situs online.

"Mereka mendapatkan keuntungan berupa potongan diskon setiap pembelian. Sehingga para pemain juga turut menawarkan ke orang lain untuk ikut bermain," jelasnya.

https://regional.kompas.com/read/2022/08/23/124855078/irt-dan-aparat-desa-di-ende-ditangkap-saat-main-judi-online

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke