Kejadian berawal saat korban dan rekannya berangkat melaut pukul 05.00 Wita. Menurut rekan korban, bernama Kalman, saat kejadian angin kencang dan ombak tinggi.
Rekan korban tidak melihat korban terjatuh. Karena saat kejadian posisi temannya berada di atas rumpon sementara korban di atas perahu.
Di mana saat itu, kondisi cuaca buruk disertai angin kencang dan ombak tinggi. Saat mengecek perahu, korban Ramli sudah tidak ada di atas perahu dan diduga terjatuh ke laut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu atau SAR Palu menerima informasi tersebut pada Rabu malam (17/8). Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 7 personel telah diberangkatkan untuk proses pencarian.
"Satu tim rescue yang berjumlah 7 (tujuh) orang telah diberangkatkan ke desa Boneoge. Tim selanjutnya berkoordinasi dengan aparat setempat. Namun setelah mempertimbangkan cuaca dan juga malam hari jadi pencarian baru dilakukan hari ini," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes, Kamis (18/8/2022).
Proses pencarian saat ini SAR Palu menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Ia berharap cuaca hari ini bersahabat dan pencarian terhadap korban bisa segera ditemukan.
Pencarian Korban melibatkan tim gabungan dati Polairud Donggala, TNI AL, Bpbd Donggala, Damkar Donggala, Babinsa dan masyarakat setempat.
https://regional.kompas.com/read/2022/08/18/152523278/cari-ikan-nelayan-di-donggala-jatuh-dari-perahu-dan-hilang
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Daftarkan EmailPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan